Wednesday, May 11, 2016

nilah Pertanyaan Spiritual Presiden Soekarno Yang Selama 10 Tahun Belum Terjawab, Akhirnya Dijawab Professor Cerdas Ini



Mungkin ini adalah pertemuan sakral yang dialami oleh Prof. DR. H. Kadirun Yahya, Msc – seorang angkatan 1945, ahli sufi, ahli fisika dan metafisika dan pernah menjabat sebagai rektor Universitas Panca Budi, Medan – dengan Presiden RI pertama Ir. Soekarno.
Ia bersama rombongan saat itu diterima di beranda Istana Merdeka (sekitar bulan Juli 1965) bersama dengan Prof. Ir. Brojonegoro (alm), Prof. dr. Syarif Thayib, Bapak Suprayogi, Admiral John Lie, Pak Sucipto Besar, Kapolri, Duta Besar Belanda.

“Wah, pagi-pagi begini saya sudah dikepung oleh 3 Profesor-Profesor” kelakar Ir. Soekarno membuka dialog ketika menemui rombongan Prof. Kadirun Yahya beserta rombongan. Kemudian Presiden Soekarno mempersilakan rombongan tamunya untuk duduk.
“Profesor Kadirun Yahya silakan duduk dekat saya”, pinta presiden Soekarno kepada Prof. Kadirun Yahya, terkesan khusus.

“Professor, ik horde van jou al sinds 4 jaar, maar nu pas onmoet ik jou, ik wou je eigenlijk iets vragen (saya dengar tentang engkau sudah sejak 4 tahun, tapi baru sekarang aku ketemu engkau, sebenarnya ada sesuatu yang akan aku tanyakan padamu),” kata presiden Soekarno dengan bahasa Belanda.
“Ya, tentang apa itu Bapak Presiden…?”
“Tentang sesuatu hal yang sudah kira-kira 10 tahun, saya cari-cari jawabannya, tapi belum ketemu jawaban yang memuaskan. Saya sudah bertanya pada semua ulama dan para intelektual yang saya anggap tahu. Tetapi semua jawabannya tetap tidak memuaskan saya.”
“Lantas soalnya apa bapak Presiden?”
“Saya bertanya terlebih dahulu tentang yang lain, sebelum saya majukan pertanyaan yang sebenarnya” jawab Presiden Soekarno.
“Baik Presiden” kata Prof. Kadirun Yahya
“Manakah yang lebih tinggi, Presiden atau Jenderal atau Profesor dibanding dengan sorga?” tanya Presiden. “Sorga” jawab Prof.Kadirun Yahya.
“Accoord (setuju)”, balas Presiden terlihat lega.
Menyusul Presiden bertanya untuk soal berikutnya. “Lantas manakah yang lebih banyak dan lebih lama pengorbanannya antara pangkat-pangkat dunia yang tadi dibanding dengan pangkat sorga?” tanyanya.

“Untuk Presiden, Jenderal, Profesor harus berpuluh-puluh tahun berkorban dan ber-abdi pada Negara, nusa dan bangsa atau pada ilmu pengetahuan. Sedangkan untuk mendapatkan sorga harus berkorban untuk Allah segala-galanya. Berpuluh-puluh tahun terus menerus, bahkan menurut agama Hindu atau Budha harus beribu-ribu kali hidup dan berabdi, baru barangkali dapat masuk Nirwana,” jawab Prof. Kadirun.

“Accoord”, kata Bung Karno (panggilan akrab Presiden).
“Nu heb ik je te pakken Professor (sekarang baru dapat kutangkap engkau Profesor)” lanjut Bung Karno. Tampak mukanya cerah berseri dengan senyumnya yang khas. Dan kelihatannya Bung Karno belum ingin cepat-cepat bertanya untuk yang pokok masalah. “Saya cerita sedikit dulu” kata Bung Karno.
“Silakan Bapak Presiden”.
“Saya telah melihat teman-teman saya meninggal dunia lebih dahulu dari saya, dan hampir semuanya matinya jelek karena banyak dosa rupanya. Sayapun banyak dosa dan saya takut mati jelek. Maka saya selidiki Al-Quran dan Al-Hadits bagaimana caranya supaya dengan mudah hapus dosa saya dan dapat ampunan dan bisa mati tersenyum.”

“Lantas saya ketemu dengan satu Hadits yang bagi saya berharga. Bunyinya kira-kira sebagai berikut : Rasulullah berkata; Seorang wanita penuh dosa berjalan di padang pasir, bertemu dengan seekor anjing dan kehausan. Wanita tadi mengambil gayung yang berisikan air dan memberi minum anjing yang kehausan itu. Rasul lewat dan berkata: Hai para sahabatku. Lihatlah, dengan memberi minum anjing itu, hapus dosa wanita itu dunia dan akhirat. Ia ahli sorga”.

“Nah Profesor, tadi engkau katakan bahwa untuk mendapatkan sorga harus berkorban segala-galanya, berpuluh-puluh tahun untuk Allah baru dapat masuk sorga. Itupun barangkali. Sementara sekarang seorang wanita yang berdosa dengan sedikit saja jasa, itupun pada seekor anjing pula, dihapuskan Tuhan dosanya dan ia ahli sorga. How do you explain it Professor?” Tanya Bung Karno lanjut. Profesor Kadirun Yahya terlihat tidak langsung menjawab. Ia hening sejenak. Lantas berdiri dan meminta kertas.

“Presiden, U zei, det U in 10 jaren’t antwoord niet hebt kunnen vinden, laten we zien (Presiden, tadi bapak katakan dalam 10 tahun tak ketemu jawabannya, coba kita lihat), mudah-mudahan dengan bantuan Allah dalam 2 menit saja saya coba memberikan jawabannya dan memuaskan”, katanya.
Keduanya adalah sama-sama eksakta, Bung Karno adalah seorang insinyur dan Profesor Kadirun Yahya adalah ahli kimia/fisika.
Di atas kertas Prof. Kadirun mulai menuliskan penjelasannya.
10/10 = 1 ;
“Ya” kata Presiden.
10/100 = 1/10 ; “Ya” kata Presiden.
10/1000` = 1/100 ;
“Ya” kata Presiden.
10/10.000 = 1/1000 ;
“Ya” kata Presiden.
10 / ∞ (tak terhingga) = 0 ;
“Ya” kata Presiden.
1000.000 … / ∞ = 0 ;
“Ya” kata Presiden.
(Berapa saja + Apa saja) /∞ = 0;
“Ya” kata Presiden.
Dosa / ∞ = 0 ;
“Ya” kata Presiden. ———————————————–“
Nah…” lanjut Prof,
1 x ∞ = ∞ ;
“Ya” kata Presiden
½ x ∞ = ∞ ;
“Ya” kata Presiden.
1 zarah x ∞ = ∞ ;
“Ya” kata Presiden.
“… ini artinya, sang wanita, walaupun hanya 1 zarah jasanya, bahkan terhadap seekor anjing sekalipun, mengkaitkan, menggandengkan gerakannya dengan yang Maha Akbar.”
“Mengikutsertakan yang Maha Besar dalam gerakan-gerakannya, maka hasil dari gerakannya itu menghasilkan ibadah yang begitu besar, yang langsung dihadapkan pada dosa-dosanya, yang pada saat itu juga hancur berkeping-keping. Ditorpedo oleh PAHALA yang Maha Besar itu. 1 zarah x ∞ = ∞ Dan, Dosa / ∞ = 0.
Ziedaar hetantwoord, Presiden (Itulah dia jawabannya Presiden)” jawab Profesor.

Bung Karno diam sejenak . “Geweldig (hebat)” katanya kemudian. Dan Bung Karno terlihat semakin penasaran.
Masih ada lagi pertanyaan yang ia ajukan. “Bagaimana agar dapat hubungan dengan Tuhan?” katanya.
Profesor Kadirun Yahya pun lanjut menjawabnya. “Dengan mendapatkan frekuensi-Nya. Tanpa mendapatkan frekuensi-Nya tak mungkin ada kontak dengan Tuhan.”
“Lihat saja, walaupun 1 mm jaraknya dari sebuah zender radio, kita letakkan radio dengan frekuensi yang tidak sama, maka radio kita itu tidak akan mengeluarkan suara dari zender tersebut. Begitu juga dengan Tuhan, walaupun Tuhan berada lebih dekat dari kedua urat leher kita, tak mungkin ada kontak jika frekuensi-Nya tidak kita dapati”, jelasnya.
“Bagaimana agar dapat frekuensi-Nya, sementara kita adalah manusia kecil yang serba kekurangan ?” tanya Presiden kemudian.
“Melalui isi dada Rasulullah” jawab Prof.
“Dalam Hadits Qudsi berbunyi yang artinya : Bahwasanya Al-Quran ini satu ujungnya di tangan Allah dan satu lagi di tangan kamu, maka peganglah kuat-kuat akan dia” (Abi Syuraihil Khuza’ayya.r.a), lanjutnya.

Prof menyambung, “Begitu juga dalam QS.Al-Hijr :29 – Maka setelah Aku sempurnakan dia dan Aku tiupkan di dalamnya sebagian rohKu, rebahkanlah dirimu bersujud kepadaNya”.
“Nur Illahi yang terbit dari Allah sendiri adalah tali yang nyata antara Allah dengan Rasulullah. Ujung Nur Illahi itu ada dalam dada Rasulullah. Ujungnya itulah yang kita hubungi, maka jelas kita akan dapat frekuensi dari Allah SWT”, kata Prof.

Prof melanjutkan, “Lihat saja sunnatullah, hanya cahaya matahari saja yang satu-satunya sampai pada matahari. Tak ada yang sampai pada matahari melainkan cahayanya sendiri. Juga gas-gas yang saringan-saringannya tak ada yang sampai matahari, walaupun ‘edelgassen’ seperti : Xenon, Crypton, Argon, Helium, Hydrogen dan lain-lain. Semua vacuum!

Yang sampai pada matahari hanya cahayanya karena ia terbit darinya dan tak bercerai siang dan malamnya dengannya. Kalaulah matahari umurnya 1 (satu) juta tahun, maka cahayanyapun akan berumur sejuta tahun pula. Kalau matahari hilang maka cahayanyapun akan hilang. Matahari hanya dapat dilihat melalui cahayanya, tanpa cahaya, mataharipun tak dapat dilihat”.
“Namun cahaya matahari, bukanlah matahari – cahaya matahari adalah getaran transversal dan longitudinal dari matahari sendiri (Huygens)”, jelas Prof.
Prof menyimpulkan, “Dan Rasulullah adalah satu-satunya manusia akhir zaman yang mendapat Nur Illahi dalam dadanya. Mutlak jika hendak mendapatkan frekuensi Allah, ujung dari nur itu yang berada dalam dada Rasulullah harus dihubungi.”
“Bagaimana cara menghubungkannya, sementara Rasulullah sudah wafat sekian lama?” tanya Presiden. “
Prof menjawab, “Memperbanyak sholawat atas Nabi tentu akan mendapatkan frekuensi Beliau, yang otomatis mendapat frekuensi Allah SWT.

–Tidak kukabulkan doa seseorang, tanpa shalawat atas Rasul-Ku. Doanya tergantung di awang-awang – (HR. Abu Daud dan An-Nasay).
Jika diterjemahkan secara akademis mungkin kurang lebih : “Tidak engkau mendapat frekuensi-Ku tanpa lebih dahulu mendapat frekuensi Rasul-Ku”.
Sontak Presiden berdiri. “You are wonderful” teriaknya. Sejurus kemudian, dengan merangkul kedua tangan profesor, Presidenpun bermohon : “Profesor, doakan saya supaya dapat mati dengan tersenyum dibelakang hari nanti…

Thursday, April 21, 2016

Kristen Ortodok Suriah

KOS (Kristen Ortodoks Suriah) merupakan salah satu sekte aliran Kristen yang ajarannya begitu persis dengan Islam, mulai dari cara berpakaiannya yang memakai peci/kopiah, baju koko, sajadah dan juga jilbab—sekilas terlihat sama. Terlebih lagi dalam tata cara peribadatannya, ajaran ini juga mengenal sholat, namun dengan 7 waktu, yaitu:
Sa’atul awwal (shubuh),
Sa’atuts tsalis (dhuha),
Sa’atus sadis (Zhuhur),
Sa’atut tis’ah (ashar),
Sa’atul ghurub (maghrib),
Sa’atun naum (Isya’),
Sa’atul layl (tengah malam/tahajud).
Selain tentang shalat, KOS juga memiliki pokok-pokok syari’at yang mirip sekali dengan Islam, misalkan:
KOS berpuasa selama 40 hari yang disebut shaumil kabir yang mirip puasa ramadhan.
KOS memiliki puasa sunnah pada hari Rabu dan Jum’at yang mirip dengan Puasa Sunnah senin dan kamis.
KOS mewajibkan kepada jama’ahnya berzakat 10% dari penghasilan kotor (bruto).
Kalangan perempuan KOS juga diwajibkan untuk mengenakan jilbab dan jubbah yang menutup aurat hingga mata kaki.
Pengajian KOS juga sering menggunakan tikar/karpet (lesehan), layaknya umat Islam yang sering mengadakan pengajian dengan hal semisal.
Mengadakan acara Musabaqoh Tilawatil Injil dengan menggunakan Al-kitab yang berbahasa Arab.
Mengadakan acara rawi dan shalawatan ala KOS mirip seperti apa yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin.
Mengadakan acara Nasyid, bahkan sekarang sudah ada Nasyid “Amin al-barokah“ dan Qasidah Kristen (dengan lirik yang mengandung ajaran Kristen dengan bahasa Arab).
Meski terlihat sangat santun dan membiasakan menggunakan bahasa Arab (seperti ana, antum, syukron, dan sebagainya), namun mereka tetaplah Kristen. Kitab suci mereka tetap-lah Alkitab, dan mereka juga tetap menuhankan Yesus dalam Trinitas. Hanya metodologi dakwah yang menyerupai umat Islam. Hal ini disebabkan KOS berasal dari Syiria. KOS tidak memakai 12 syahadat Iman Rasuli umat Kristen, tapi sebagai gantinya mereka memakai ”Qanun al-Iman al-Muqaddas”. Penggunaan istilah-istilah Islam sangat sering dijumpai, seperti ”Sayyidina Isa Al-masih” untuk penyebutan Yesus. Mereka juga memakai Injil yang berbahasa Arab (Al-kitab Al-Muqaddas).
Meskipun ajaran KOS dengan ajaran Islam sangat mirip dalam pelaksanaannya, akan tetapi KOS dan Islam sangat-lah jauh berbeda dari segi Tauhid atau keyakinan. Prinsip ajaran KOS masih berputar sekitar masalah trinitas, yaitu mengakui adanya Tuhan bapak, Tuhan anak dan Roh kudus. Dan juga Yesus peranakan Maria, memiliki sifat insaniyah (sifat seperti manusia): tidak tahu musim, (Mar 11: 13), lemah (Yoh 5:30), takut (Mat 26:37), bersedih (Mat 26:38), menangis (Yoh 11:35), tidur (Mat 8:24), lapar (Mat 4:2), haus (Yoh 19:28), dsb.
Perbedaan prinsip ajaran Islam dengan KOS (Kristen Ortodoks Suriah), yaitu tauhid yang diajarkan oleh Islam bertentangan jauh dengan KOS. Islam menolak penuh ketuhanan Yesus (QS. al-Maaidah: 72), sedangkan KOS mengakui Yesus sebagai Tuhan.
Islam berkeyakinan bahwa Tuhan itu tidak mempunyai anak dan tidak diperanakkan (QS. al-Ikhlash: 3), sedangkan KOS memiliki keyakinan mengakui adanya Tuhan bapak, tuhan anak dan Roh Kudus. Dan mengakui bahwa Maria ialah Walidatul ilah (Ibu Tuhan).
Islam sangat memegang teguh kesucian nama dan sifat Allah: Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan, Allah Maha Mengetahui, Maha Kuat, Maha Melihat, Tidak tidur dan tidak serupa dengan makhluk ciptaan-Nya, dan sebagainya (sangat banyak ayat Al-Qur’an yang menyatakan sifat-sifat Agung bagi Allah) sedangkan KOS tidak kuasa membendung kekurangan-kekurangan dalam sifat kemanusiaan Yesus yang tertulis dalam Al-kitab.
Walaupun apabila ditinjau dari tauhid dan keyakinan, kita dapat mengetahui kalau KOS bukanlah ajaran Islam. Tapi tetaplah ajaran ini harus sangat kita waspadai karena tampak luarnya dia begitu mirip dengan seorang Islam, seperti memakai peci, baju koko, berjilbab, serta puasa dan shalat dan juga nasyid berbahasa Arab namun mengandung ajaran Kristen dan mereka mengagungkan Yesus yang mereka anggap sebagai Tuhan.
KOS (Kristen Ortodoks Syiria ) merupakan salah satu sekte aliran kristen yang ajarannya begitu persis dengan Islam, mulai dari cara berpakaiannya yang memakai peci/kopiah, baju koko, sajadah dan juga jilbab—sekilas terlihat…
ISLAMPOS.COM|BY ISLAMPOS

Monday, April 11, 2016

Khasiat madu dan bawang potih

Bawang putih adalah satu diantara sayur-sayuran yang paling menguntungkan dimuka bumi ini, serta sudah pasti dapat diketemukan disetiap dapur didunia. Terkecuali berikan rasa tertentu pada makanan, bawang juga begitu berguna pada kesihatan badan kita.
bawang-madu
Kebanyakan dari kita dalam mengosumsi bawang putih telah berbentuk olahan makanan, tetapi sesungguhnya, dalam keadaan masih mentah ternyata bawang putih begitu bagus untuk jadikan ubat alami. Walau demikian, rasa-rasanya yang begitu kuat seringkali beberapa orang menyukaiinya.
Menurut kajian, bawang putih sudah dapat dibuktikan berguna untuk tingkatkan kesihatan jatung, kurangkan desakan darah tinggi, cholesterol, hingga boleh mengelak berlakunya penyakit jantung koronari serta kegagalan buah pinggang. Diluar itu, bawang putih juga berkesan kurangkan kesan aterosklerosis. Jika kita konsumsi bawang putih dengan teratur, boleh mengurangkan tanda-tanda osteoarthristis, diabetes serta pembesaran prostat.
Bila kita menggabungkan bawang putih dengan halia, jadi keuntungan yang dihasilkan adalah tingkatkan system imunnitas dan tingkatkan kekuatan badan untuk menyingkirkan racun. Seperti yang dijelaskan terlebih dulu, makan bawah putih dalam keadaan mentah tambah lebih berguna dari pada dimasak kerana kini telah di masak, beberapa bahan yang aktif seperti allicin bakal hilang.
Terlebih bila kita mengambil bawang putih dengan ditambah madu, jadi rasa pedas yang tajam dari bawang putih bakal sedikit terkurangi, dan bakal jauh bertambah manfaatnya kerana karakter madu sendiri mempunyai pelbagai manfaat untuk kesihatan badan kita.
Langkah memupuk cukup simpel, yakni Cincang 2-3 ulas bawang putih, campur dengan satu sudu teh madu.
Mengambil sehari-hari, saat dapat sesuai. Tetapi dalam perut kosongpun tambah lebih berguna. Tentu, dalam satu minggu badan kita bakal terasa jauh tambah baik, sihat serta lebih kuat.
(Visited 13,286 times, 89 visits today)

Tuesday, April 5, 2016

Sejarah Kota Melayu Melaka Yang Disembunyikan

Sejarah Kota Melayu Melaka Yang Disembunyikan

Semasa seorang pengembara Itali yang bernama Ludovico Vertema melawat Melaka antara tahun 1506 hingga 1510 pihak Portugis sering menghantar pengintip mareka ke Melaka untuk mencari maklmat tentang kemajuan perdagangan, masyarakat dan kerajaan Melaka. Antara maklumat penting yang dibawa oleh Portugis yang datang ke Melaka pada tahun 1506 dan 1508 ialah tentang strategi pertahanan Melaka.

Lakaran menunjukkan Kota Melaka pada zaman pemerintahan penjajah Portugis. Lakaran diatas dibuat bagi merakamkan serangan Armada Acheh Darussalam ketika mengepung kota tersebut selama lebih kurang setahun. Dalam lakaran ini juga ada kelihatan sejenis senjata pelontar yang digunakan oleh tentera Acheh.

Beberapa lakaran tentang rupa bentuk dan binaan kota, istana dan kedudukan Bandar pelabuhan Melaka berjaya direkodkan. Antara lakaran tersebut ada menunjukkan bentuk tembok kota Melaka dan pintu gerbangnya yang kukuh dan dibina daripada bahan binaan tempatan seperti batu laterit. Bahan binaan ini sememangnya banyak terdapat di Melaka. Kedua dua pengembara tersebut iaitu Jorge Mello yang datang pada tahun 1507 dan Jorge De Aguilar yang datang pada tahun 1508, telah menghantar maklumat kepada sejarawan kerajaan Portugal iaitu Joan De Barros.
Dari lakaran yang dibuat, ia membuktikan tentang teknologi Melayu pada zaman tersebut. Pembangunan fizikal dan infrastruktur Melaka ternyata mempunyai ciri-ciri keselamatan yang mantap dan setanding dengan keududkan kota di Negara Asia lain. Dalam hal ini kemungkinan juga kerajaan Melaka mendapat tenaga buruh daripada orang gujerat yang memang terkenal bukan sahaja sebagai pedagang tetapi juga sebagai tukang pembina rumah dan bangunan. Hal ini juga menggambarkan wujudnya semangat kerjasama yang erat diantara tukang-tukang Melayu dan India Islam di Melaka dari aspek pembangunan kota dan pelabuhan yang pentadbiranya berpandukan hukum Islam.
Maklumat yang diperolehi daripada lakaran yang diterbitkan di Belanda pada tahun 1508 itu jugamenunjukkan bahawa pintu gerbang ke kota Melaka yang ada sekarang sebenarnya bukanlah dari bahan binaan asal Portugis. Berdasarkan lakaran yang ditemui melalui penelitian yang telah dibuat, mendapati asal binaan Melayu Melaka yang dimusnahkan Portugis telah diganti serta diubahsuai mengikut senibina Portugis. Senibina yang sama dilihat di Goa, Macao dan Ternate. Maklumat ini cukup membanggakan orang melayu khasnya dan Nusantara amnya kerana lakaran ini menjadi bukti nyata tentang ketamadunan Melaka pada waktu tersebut. Bermakna bahawa lakaran tersebut melambangkan betapa keupayaan orang Melayu mempamerkan kemampuan yang menjadi kemegahan bangsa dan negerinya yang setanding dengan bangsa lain. Dalam hal ini maklumat yang dicatat dalam Sejarah Melayu dan Hikayat Hang Tuah mampu merakamkan pencapaian peradaban dan Tamadun Melayu pada ketika itu.
Lakaran Portugis juga turut merakamkan peristiwa peperangan yang berlaku diantara armada Portugis dengan Melaka. Dari lakaran tersebut diperlihatkan bahawa meriam-meriam daripada kapal Portugis dapat merosakkan benteng-benteng pertahanan orang Melaka dan juga kapal-kapal yang dimiliki oleh saudagar Islam. Dalam lakaran tersebut juga terlihat dikejauhan bangunan –bangunan yang terdapat di dalam kota Melaka dan di pelabuhan Melaka. Jelas daripada lakaran tersebut terdapatnya sebuah bangunan yang mempunyai kubah dan menara yang berkemungkinan adalah masjid Melaka atau mungkin juga istana. Terdapat juga beberapa buah lagi bangunan yang berderet-deret yang kelihatan diperbuat daripada batu atau konkrit dan mempunyai lebih daripada dua tingkat, bangunan ini berkemungkinan adalah istana sultan atau sebuah bangunan yang terpadat di dalam kompleks kota pelabuhan Melaka.
Lakaran diatas adalah menunjukkan serangan armada Portugis terhadap Kota Melaka. Banyaknya bilangan kapal dalam lakaran menunjukkan bukan sahaja askar Portugis yang terlibat dalam penyerangan tersebut, malahan mungkin juga askar upahan.
Jika anda semua perhatikan betul-betul lakaran penyerangan armada Portugis ini, anda akan dapat melihat dari kejauhan di pelabuhan Melaka deretan bangunan-bangunan yang besar, bertingkat-tingkat dan juga berkubah serta mempunyai beberapa menara. Mungkinkah ini bentuk Istana atau masjid Melaka yang sebenar?
Peristiwa peperangan Melaka juga ada dirakam dengan lakaran yang dibuat oleh orang Portugis. Lakaran tersebut menunjukkan strategi serangan orang Portugis terhadap Bandar Melaka dan juga bagaimana strategi orang Melaka mempertahankan bandar mereka yang memperlihatkan barisan pejuang dan hulubalang malahan gajah-gajah perang. Dalam konteks ini, suatu alat berupa carriage diikat pada gajah-gajah tersebut dan ditempatkan hulubalang-hulubalang untuk melakukan serangan terhadap askar-askar Portugis yang sedang bersedia untuk menghadapi serangan orang Melaka. Lakaran ini juga memperlihatkan bagaimana perbezaan strategi serangan yang digunakan oleh Portugis dan orang Melaka. Pihak Portugis kelihatan menggunakan taktik serangan manakala orang Melayu lebih bersifat bertahan. Berdasarkan lakaran tersebut juga kita dapat lihat persenjataan yang digunakan oleh kedua-dua pihak. Portugis menggunakan lebing panjang yang lazimnya digunakan di Eropah, manakala orang Melayu mengunakan lembing atau tombak yang lebih pendek. Apa yang menarik ialah kelihatan tembok kota Melaka yang telah dibina dengan bahan-bahan tempatan seperti batu bata dan laterit. Reka bentuk tembok tersebut juga menunjukkan struktur pembinaan yang dilengkapi dengan tempat-tempat peninjau pada sudut-sudut tertentu. Manakala bahagian dalam kota kelihatan senibina rumah-rumah Melayu yang dimiliki oleh para pentadbir dan saudagar.
 
Lakaran menunjukkan peristiwa penyerangan tentera Portugis keatas kota Melaka. Lakaran sebegini adalah julung-julung kalinya ditemui oleh sejarawan kita. Selama ini kebanyakan lakaran yang kita dapati hanyalah gambaran pelukis. Namun lakaran ini dipercayai adalah lakaran sezaman dengan peristiwa sebenar. Oleh itu kita dapat mengandaikan bahawa lakaran ini adalah gambaran seorang pelukis yang berada diwaktu tersebut.
Terdapat sebuah lagi lakaran yang berjaya diperolehi oleh mahaguru saya dari arkib dan peprustakaan di Lisbon dan Belanda. Kunjungan wakil pedagang Portugis iaitu Lopez De Sequeiraa pada 1509 ke kota Melaka disambut menurut adat kebesaran tetamu kenamaan dari negeri luar ada dilakarkan. Dalam lakaran ini beliau telah diberi penghormatan untuk menunggang gajah yang menjadi salah satu pengangkutan resmi kerajaan Melayu. Dalam perarakan menuju ke istana Melaka, De Sequera diiringi rombongan Portugis. Lakaran ini juga memperlihatkan senibina tembok kota dan pintu gerbang istana sultan Melaka yang diperbuat daripada bahan-bahan binaan yang kukuh. Berdasarkan kepada lakaran ini, bahan binaan tembok adalah daripada batu putih tempatan. Manakala Istana Sultan Melaka juga diperbuat daripada bahan binaan yang sama. Oleh itu istana Melaka yang terdapat di Melaka sekarang tidak menepati senibina istana asal yang diperbuat hampir keseluruhan dari batubata. Perarakan tersebut menarik perhatian sebilangan penduduk Melaka yang hairan dengan kedatangan Portugis. Dalam lakaran tersebut juga memperlihatkan pengawal-pengawal dan hulubalang yang berada di luar pagar Melaka membawa tombak dan busur panah yang amat besar. Mereka juga memakai pakaian yang melebihi separas lutu dan melilit pinggang dengan lain bercorak. Pakaian mereka tak ubah seperti pakaian zaman Rom. Istana Melaka yang dilakarkan tersebut mempunyai balkoni atau berandah yang menghadap ke arah pelabuhan dan sultan dilihat sedang duduk diatas balcony sambil menunggu kedatangan utusan Portugis bersama para menteri dan hulubalang. Istana ini juga bertingkat-tingkat seperti yang dikatakan dalam Sejarah Melayu.
 
 
Lakaran menunjukkan perarakan utusan Portugis ke Istana Melaka dengan disaksikan oleh penduduk Melaka. Apa yang menariknya keadaan penduduk melaka yang hairan melihat Benggali Putih ini turut dicatatkan dalam Sejarah Melayu. Yang lebih menarik perhatian ialah binaan Istana Sultan Melaka.

sumber:lokalgenius