Thursday, March 5, 2015

Doa-doa istisqa'


Astaghfirullahal ladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaihi

Artinya : Aku meminta pengampunan kepada Allah yang tidak ada tuhan selain Dia Yang Maha Hidup dan Berdiri Sendiri dan aku bertaubat kepadanya.

Doa-doa istisqa'-sholat minta hujan dan artinya.

Doa-doa berikut ini adalah dibaca ketika


sholat minta hujan.

اَللَّهُمَّ اسْقِنَا اْلغَيْثَ وَلاَ تَجْعَلْنَا مِنَ اْلقَافِطِيْنَ

Artinya : Ya Allah tumpahkanlah hujan kepada kami dan janganlah engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang berputus asa.
 

اَللَّهُمَّ عَلَى الظِّرَابِ وَالآكَامِ وَ مَنَابِتِ الشَّجَرِ وَ بُطُوْنِ اْلأَدْوِيَةِ. اَللَّهُمَّ هَوَالَيْنَا وَ لاَ عَلَيْنَا

Artinya : Ya Allah curahkanlah hujan itu di atas tumpukan-tumpukan tanah (gumuk), bukit-bukit, tempat pepohonan, tanaman dan tumbuh-tumbuhan, dan dilembah-lembah. Ya Allah, curahkanlah di sekeliling kami dan jangan di atas kami
 
اَللَّهُمَّ اجْعَلْهَا سُقْيَا رَحْمَةٍ وَ لاَ تَجْعَلْهَا سُقْيَا عَذَابٍ وَ لاَ مَحْقٍ وَ لاَ بَلاَءٍ وَ لاَ هَدْمٍ وَ لاَ غَرَقٍ

Artinya : Ya Allah jadikanlah hujan ini sebagai siraman rahmat dan janganlah Tuhan jadikan hujan ini sebagai siraman siksa dan janganlah Tuhan menjadikan hujan inisuatu siraman yang memusnahkan harta benda, dan mara bahaya dan jangan siraman yang menghancurkan dan menenggelamkan.
 
اَللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيْثًا هَنِيْئًا مَرِيْعًا سَحًّا عَامًّا غّدَقًا طَبَقًا مُجَلِّلاً دَائِمًا إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللَّهُمَّ اسْقِنَا اْلغَيْثَ وَلاَ تَجْعَلْنَا مِنَ اْلقَافِطِيْنَ

Artinya : Ya Allah siramilah kami dengan hujan yang menyelamatkan, menikmatkan, menyenangkan, menyuburkan, mengalirkan ke segenap penjuru, banyak air dan kebaikannya, memenuhi sungai-sungai dan selalu mengalir merata hingga sampai hari kiamat, Ya Allah tumpahkanlah hujan kepada kami, dan janganlah Tuhan jadikan kami orang-orang yang berputus asa.
 
اَللَّهُمَّ إِنَّ بِالْعِبَادِ وَ اْلبِلاَدِ مِنَ اْلجَهْدِ وَ الْجُوْعِ وَ الضَّنْكِ مَا لاَ نَشْكُو إِلاَّ إِلَيْكَ

Artinya : Ya Allah, sesungguhnya hamba Allah dan negeri tengah ditimpa kemelaratan dan kelaparan dan kesempitan hidup dan kami tidak dapat mengadukan kecuali kepada-Mu (Allah).
 
اَللَّهُمَّ أَنْبِتْ لَنَا الزَّرْعَ وَ أَدِرَّ لَنَا الضَّرْعَ وَ أَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ وَ أَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ اْلأَرْضِ وَاكْشِفْ عَنَّا مِنَ اْلبَلاَءِ مَالاَ يَكْشِفْهُ غَيْرُكَ

Artinya : Ya Allah, tumbuhkanlah tanaman-tanaman ini untuk kami dan perbanyaklah air-air susu binatang-binatang untuk kami, tumpahkanlah barokah dari atas untuk kami, tumbuhkanlah isi bumi ini untuk kami, dan hindarkanlah kami dari mara bahaya sesuatu bencana alam yang tak akan mampu kami menghindarkannya, kecuali Engkau ya Allah

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَغْفِرُكَ إِنَّكَ كُنْتَ غَفَّارًا فَأَرْسِلِ السَّمَاءَ مِدْرَارًا

Artinya : Ya Allah, sesungguhnya kami memohon ampunan-Mu. Sungguh Tuhan Maha Pengampun. Tumpahkanlah hujan itu dari langit untuk kami dengan sederas-derasnya.

Itulah tata cara dan doa shoat minta hujan atau doa sholat istisqa lengkap. Semoga kita selalu mendapatkan pertolongan dan perlindungan dari Allah dari segala mara bahaya, cobaan/musibah, ujian yang sekiranya kita tidak mampu.

Sholat minta hujan

Sholat minta hujan atau disebut juga sholat istisqa' adalah sholat sunnah untuk memohon atau meminta hujan yang disunnahkan untuk dikerjakan bagi orang-orang musafir atau orang-orang yang bermukim. Sholat ini dikerjakan manakala tidak ada hujan turun dan sangat mengharapkan atau menghajatkan air.

Ada tiga cara untuk melaksanakan sholat minta hujan atau sholat memohon hujan (istisqa'), 3 cara mengerjakan sholat minta hujan yaitu sebagai berikut :
  • Hanya berdoa saja pada sembarang tempat dan waktu dengan suara yang nyaring atau suara lemah.
  • Denganc cara menambahkah doa istisqa' yaitu doa minta hujan pada saat atau waktu khotbah jum'at.
  • Dengan melakukan shalat dua rakaat yang disertai dengan dua khotbah. Inilah yang disebut dengan sholat minta hujan
Tata cara Sholat minta hujan

Sholat minta hujan didahului dengan niat sholat minta hujan. Lafadz niat sholat minta hujan yaitu :

أصلى سنة الإستسقاء ركعتين (إماما / مأموما) لله تعالى. الله اكبر

Artinya : Aku niat sholat sunnah istisqa' dua rakaat (jadi imam/makmum) karena Allah ta'ala. Allahu Akbar

Urutan cara melaksanakan sholat minta hujan adalah sebagai berikut :
  • Tiga hari sebelum mengerjakan sholat istisqa', ulama atau imam memerintahkan kaumnya agar berpuasa selama tiga hari dan menganjurkan kepada kaumnya juga untuk berbuat baik seperti sodakoh, bertaubat dari segala dosa, mengusahakan perdamaian dengan orang-orang yang dianggap musuh atau lawan, dan menghindari serta melepaskan semua tindakan kedzaliman.
  • Pada hari yang ke-empat, semua penduduk diminta untuk keluar rumah termasuk juga binatang ternak ke tanah lapang untuk melakukan sholat istisqa'. Ketika keluar ke tanah lapang sebaiknya dan hendaknya berpakaian sederhana, tidak memakai wangi-wangian serta tidak berhias. Dan selama itu juga dianjurkan kepada seluruh  penduduk hendaknya memperbanyak membaca istighfar yang artinya memohon ampun.
  • Sholat minta hujan dua rakaat dengan niat sholat seperti di atas. Setelah salam, kemudian khotib sholat istisqa' membacakan dua khotbah dan pada khotbah yang pertama dimulai dengan membaca istighfar 9 kali dan pada khotbah yang kedua dimulai dengan membaca istighfar sebanyak 7 kali.
Pelaksanaan khotbah istisqa'

Ada sedikit perbedaan dalam pelaksanaan antara khotbah jum'at dengan khotbah istisqa', perbedaan tersebut yaitu :
  • Ketika khotbah siunnahkan untuk memakai selendang.
  • Isi khotbah istisqa' ketika sholat minta hujan adalah berisi anjuran untuk beristighfar dan merendahkan diri kepada Allah serta berkeyakinan bahwa Allah akan mengambulkan untuk menurunkan hujan,
  • Ketika kita berdoa hendaknya mengangkat kedua tangan lebih tinggi hingga terbuka antara lengan dan badannya.
  • Pada khotbah yang kedua, ketika berdoa hendaknya khotib berpaling ke kiblat yang artinya membelakangi makmum dan bersama-sama semuanya berdoa terus. Dalam berdoa hendaknya khotib berdoa dengan suara yang lemah menurun (tekanan suara irama memohon). Ketika khotib berdoa dengan suara nyaring, maka makmumnya pun juga mengikuti imam untuk berdoa dengan suara nyaring.
  • Ketika berpaling ke kiblat, khotib hendaknya merubah selendangnya yang kanan ke kiri dan yang di atas ke bawah
    Lafadz bacaan istighfar dan doa istisqa'

    سْتَغْفِرُاللهَ الّذِيْ لاَ اِلَهَ اِلَّا هُوَ الحَيُّ القَيُّوّمُ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ

    Astaghfirullahal ladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaihi

    Artinya : Aku meminta pengampunan kepada Allah yang tidak ada tuhan selain Dia Yang Maha Hidup dan Berdiri Sendiri dan aku bertaubat kepadanya.

    Doa-doa istisqa'-sholat minta hujan dan artinya.

    Doa-doa berikut ini adalah dibaca ketika sholat minta hujan.

    اَللَّهُمَّ اسْقِنَا اْلغَيْثَ وَلاَ تَجْعَلْنَا مِنَ اْلقَافِطِيْنَ

    Artinya : Ya Allah tumpahkanlah hujan kepada kami dan janganlah engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang berputus asa.
     

    اَللَّهُمَّ عَلَى الظِّرَابِ وَالآكَامِ وَ مَنَابِتِ الشَّجَرِ وَ بُطُوْنِ اْلأَدْوِيَةِ. اَللَّهُمَّ هَوَالَيْنَا وَ لاَ عَلَيْنَا

    Artinya : Ya Allah curahkanlah hujan itu di atas tumpukan-tumpukan tanah (gumuk), bukit-bukit, tempat pepohonan, tanaman dan tumbuh-tumbuhan, dan dilembah-lembah. Ya Allah, curahkanlah di sekeliling kami dan jangan di atas kami
     
    اَللَّهُمَّ اجْعَلْهَا سُقْيَا رَحْمَةٍ وَ لاَ تَجْعَلْهَا سُقْيَا عَذَابٍ وَ لاَ مَحْقٍ وَ لاَ بَلاَءٍ وَ لاَ هَدْمٍ وَ لاَ غَرَقٍ

    Artinya : Ya Allah jadikanlah hujan ini sebagai siraman rahmat dan janganlah Tuhan jadikan hujan ini sebagai siraman siksa dan janganlah Tuhan menjadikan hujan inisuatu siraman yang memusnahkan harta benda, dan mara bahaya dan jangan siraman yang menghancurkan dan menenggelamkan.
     
    اَللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيْثًا هَنِيْئًا مَرِيْعًا سَحًّا عَامًّا غّدَقًا طَبَقًا مُجَلِّلاً دَائِمًا إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللَّهُمَّ اسْقِنَا اْلغَيْثَ وَلاَ تَجْعَلْنَا مِنَ اْلقَافِطِيْنَ

    Artinya : Ya Allah siramilah kami dengan hujan yang menyelamatkan, menikmatkan, menyenangkan, menyuburkan, mengalirkan ke segenap penjuru, banyak air dan kebaikannya, memenuhi sungai-sungai dan selalu mengalir merata hingga sampai hari kiamat, Ya Allah tumpahkanlah hujan kepada kami, dan janganlah Tuhan jadikan kami orang-orang yang berputus asa.
     
    اَللَّهُمَّ إِنَّ بِالْعِبَادِ وَ اْلبِلاَدِ مِنَ اْلجَهْدِ وَ الْجُوْعِ وَ الضَّنْكِ مَا لاَ نَشْكُو إِلاَّ إِلَيْكَ

    Artinya : Ya Allah, sesungguhnya hamba Allah dan negeri tengah ditimpa kemelaratan dan kelaparan dan kesempitan hidup dan kami tidak dapat mengadukan kecuali kepada-Mu (Allah).
     
    اَللَّهُمَّ أَنْبِتْ لَنَا الزَّرْعَ وَ أَدِرَّ لَنَا الضَّرْعَ وَ أَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ وَ أَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ اْلأَرْضِ وَاكْشِفْ عَنَّا مِنَ اْلبَلاَءِ مَالاَ يَكْشِفْهُ غَيْرُكَ

    Artinya : Ya Allah, tumbuhkanlah tanaman-tanaman ini untuk kami dan perbanyaklah air-air susu binatang-binatang untuk kami, tumpahkanlah barokah dari atas untuk kami, tumbuhkanlah isi bumi ini untuk kami, dan hindarkanlah kami dari mara bahaya sesuatu bencana alam yang tak akan mampu kami menghindarkannya, kecuali Engkau ya Allah

    اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَغْفِرُكَ إِنَّكَ كُنْتَ غَفَّارًا فَأَرْسِلِ السَّمَاءَ مِدْرَارًا

    Artinya : Ya Allah, sesungguhnya kami memohon ampunan-Mu. Sungguh Tuhan Maha Pengampun. Tumpahkanlah hujan itu dari langit untuk kami dengan sederas-derasnya.

    Itulah tata cara dan doa shoat minta hujan atau doa sholat istisqa lengkap. Semoga kita selalu mendapatkan pertolongan dan perlindungan dari Allah dari segala mara bahaya, cobaan/musibah, ujian yang sekiranya kita tidak mampu.

    SOLAT ISTISQA’

     
     
     
     
    PANDUAN SOLAT SUNAT
    CARA NABI S.A.W.
     
    Penulis: Mohd Yaakub bin Mohd Yunus
     
     Disemak oleh: Ustaz Mohd Fikri Che Hussain
     
     
    SOLAT ISTISQA’
     
    Istisqa’ bermaksud meminta siraman air. Istisqa’ juga bermakna doa meminta hujan kepada Allah S.W.T dengan cara yang tertentu seperti berdoa ketika khutbah Jumaat, berdoa setelah selesai solat, doa secara sendirian (tanpa solat atau khutbah) dan mengerjakan solat Istisqa’. Oleh itu solat sunat Istisqa’ adalah solat yang dikerjakan secara spesifik untuk memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar menurunkan hujan di saat terjadinya musim kemarau. Kejadian kemarau ini merupakan salah satu tanda kemurkaan Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai balasan terhadap hamba-hamba-Nya yang tidak menurut perintah-Nya. Sebagai contohnya telah diriwayatkan daripada Ibnu ‘Umar radhiallahu’ anh bahawa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
     
    ...وَلَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ إِلاَّ أُخِذُوا بِالسِّنِينَ وَشِدَّةِ الْمَئُونَةِ وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ
     
    وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إِلاَّ مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنْ السَّمَاءِ...
     
    …Dan tidak akan ada suatu kaum yang mengurangi sukatan dan timbangan kecuali Allah akan mencabut nikmat-Nya dan menjadikan penguasa zalim memerintah mereka. Tidak ada orang yang menahan zakat daripaa harta-harta mereka kecuali Allah akan menahan turunnya titisan air dari langit… – Hadis riwayat Ibnu Majah dalam Sunannya, Kitab al-Fitan, no: 4009
     
     Justeru itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengajar umatnya agar mengerjakan solat Istisqa’, memperbanyakan doa serta istighfar (memohon keampunan) agar Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menurunkan hujan dan mengembalikan nikmat rezeki kepada para hamba-Nya. Hukum solat Istisqa’ ini adalah sunat dan tidak wujud satu dalilpun yang mewajibkannya.
     
     

    v  TATACARA PERLAKSANAAN SOLAT ISTISQA’

     
    q  Penampilan Fizikal Dan Mental Untuk Bersolat Istisqa’
    Mereka yang mengerjakan solat Istisqa’ ini hendaklah menuju ke tempat perlaksanaan solat tersebut dengan penampilan sederhana, tawadhu’ (merendah hati), tadharru’ (bersungguh-sungguh dalam memohon) dan tamaskun (menunjukkan benar-benar perlukan permintaan tersebut)
     
    فَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ مَا مَنَعَهُ أَنْ يَسْأَلَنِي خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُتَوَاضِعًا مُتَبَذِّلاً
     
    مُتَخَشِّعًا مُتَضَرِّعًا فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَمَا يُصَلِّي فِي الْعِيدَيْنِ وَلَمْ يَخْطُبْ خُطْبَتَكُمْ هَذِهِ.
     
    Maksudnya:
    Daripada Ibnu ‘Abbas radhiallahu’ anh, dia berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam (keluar untuk bersolat Istisqa’) dan mengenakan pakaian biasa (bukan pakaian yang indah-indah seperti solat sunat pada Hari Raya-pen) dengan penuh harapan. Baginda bersolat dua rakaat sebagaimana solat Hari Raya, tetapi tidak berkhutbah seperti khutbah yang biasa itu. - Hadis riwayat Imam al-Nasa’i dalam Sunannya, Kitab al-Istisqa’, no: 1504.
     
    q  Solat Istisqa’ Dikerjakan Secara Berjemaah Sebanyak Dua Rakaat.
     
    عَنْ عَبَّادِ بْنِ تَمِيمٍ عَنْ عَمِّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ بِالنَّاسِ يَسْتَسْقِي
     
    فَصَلَّى بِهِمْ رَكْعَتَيْنِ جَهَرَ بِالْقِرَاءَةِ فِيهَا.
     
    Maksudnya:
    Daripada ‘Abbad bin Tamim daripada pakciknya (‘Abdullah bin Zaid al-Mazini) dia berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam keluar bersama orang banyak untuk mengerjakan solat Istisqa’. Baginda bersolat dua rakaat dan menguatkan bacaan dalam kedua rakaat itu. - Hadis Riwayat Imam al-Tirmidzi dalam Sunannya, Kitab al-Jumu’ah, no: 510.
     
    q  Tidak Dilaungkan Azan Atau Iqamah Sebelum Solat Tersebut.
     
    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا يَسْتَسْقِي
     
    فَصَلَّى بِنَا رَكْعَتَيْنِ بِلاَ أَذَانٍ وَلاَ إِقَامَةٍ
     
    Maksudnya:
    Abu Hurairah radhiallahu’ anh berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam keluar pada suatu hari untuk mengerjakan solat Istisqa’, lalu bersolat bersama kami dua rakaat tanpa azan atau iqamah…- Hadis Riwayat Imam Ibnu Majah dalam Sunannya, Kitab Iqaamatush Shalaah was Sunnah Fiiha, no: 1258.
     
    q  Dilaksanakan Sebagaimana Solat Hari Raya.
    Solat Istisqa’ dikerjakan sama sebagaimana solat Hari Raya yakni dengan melakukan tujuh takbir pada rakaat pertama dan lima takbir pada rakaat kedua.
     
    فَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ مَا مَنَعَهُ أَنْ يَسْأَلَنِي خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُتَوَاضِعًا مُتَبَذِّلاً
     
    مُتَخَشِّعًا مُتَضَرِّعًا فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَمَا يُصَلِّي فِي الْعِيدَيْنِ وَلَمْ يَخْطُبْ خُطْبَتَكُمْ هَذِهِ.
     
    Maksudnya:
    Daripada Ibnu ‘Abbas radhiallahu’ anh, dia berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam (keluar untuk bersolat Istisqa’) dan mengenakan pakaian biasa (bukan pakaian yang indah-indah seperti solat sunat pada Hari Raya-pen) dengan penuh harapan. Baginda bersolat dua rakaat sebagaimana solat Hari Raya, tetapi tidak berkhutbah seperti khutbah yang biasa itu. - Hadis riwayat Imam al-Nasa’i dalam Sunannya, Kitab al-Istisqa’, no: 1504.
     
    q  Waktu Perlaksanaan Solat Istisqa’.
    Solat sunat Istiqa’ boleh dikerjakan pada bila-bila masa kecuali waktu yang diharamkan untuk bersolat.
     
    q  Bacaan Dalam Solat Istisqa’ Adalah Secara Jahar (Kuat).
     
    عَنْ عَبَّادِ بْنِ تَمِيمٍ عَنْ عَمِّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ بِالنَّاسِ يَسْتَسْقِي
     
    فَصَلَّى بِهِمْ رَكْعَتَيْنِ جَهَرَ بِالْقِرَاءَةِ فِيهَا.
    Maksudnya:
    Daripada ‘Abbad bin Tamim daripada pakciknya (‘Abdullah bin Zaid al-Mazini) dia berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam keluar bersama orang banyak untuk mengerjakan solat Istisqa’. Baginda bersolat dua rakaat dan menguatkan bacaan dalam kedua rakaat itu. - Hadis Riwayat Imam al-Tirmidzi dalam Sunannya, Kitab al-Jumu’ah, no: 510.
     
    Sebagaimana solat Hari Raya  dianjurkan juga untuk membaca surah Qaf atau surah al-Qamar pada rakaat pertama dan bacaan semasa rakaat kedua sama ada surah al-A’laa atau al-Ghaasyiah.
     
    q  Tempat Perlaksanaan Solat Istisqa’.
    Tidak dikerjakan di dalam masjid tetapi di musolla iaitu di tanah yang lapang seperti padang atau halaman masjid yang luas.
     
    عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: شَكَا النَّاسُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
     
    قُحُوطَ الْمَطَرِ. فَأَمَرَ بِمِنْبَرٍ فَوُضِعَ لَهُ فِي الْمُصَلَّى وَوَعَدَ النَّاسَ يَوْمًا يَخْرُجُونَ فِيهِ.
     
    Maksudnya:
    Daripada ‘Aishah radhiallahu’ anha, dia berkata: Orang-orang mengeluh kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kerana lambatnya hujan. Baginda lalu memerintahkan agar disiapkan sebuah mimbar dan diletakkan di tanah yang lapang (untuk dikerjakan solat secara berjemaah) dan ditetapkan kepada orang-orang itu supaya keluar bersama-sama (untuk mengerjakan solat) pada hari yang ditentukan.... - Hadis riwayat Imam Abu Dawud dalam Sunannya, Kitab al-Sholaah, no: 992.
     
    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai ketua negara umat Islam telah turun bersama-sama rakyat untuk mengerjakan solat Istisqa’ ini. Lantaran itu pada masa kini terdapat beberapa negara-negara Islam di timur tengah yang mana para pemerintah tertinggi sesebuah negara itu turut turun bersama rakyat jelata untuk mengerjakan solat Istisqa’ ini di musolla. Kita ternanti-nanti bila sunnah ini akan diamalkan pula oleh pemerintah di Malaysia.
     
    q  Ringkasan Tatacara Mengerjakan Solat Istisqa’.

    Rakaat Pertama

    1)      Berniat di dalam hati untuk mengerjakan solat Istiqa’
    2)      Takbiratul Ihram
    3)      Doa Iftitah
    4)    Takbir Tujuh kali dan diselangi membaca zikir seperti سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ “Subhanallah, walhamdulillah,wa la ilaha illallah, wallahu akbar” sebanyak enam kali
    5)      Membaca surah al-Fatihah
    6)      Membaca Surah al-Qur’an
    7)      Rukuk
    8)      Iktidal
    9)      Sujud
    10)    Duduk antara dua sujud
    11)    Sujud kali kedua
    12)    Bangun untuk rakaat kedua
     
    Rakaat Kedua
    1)   Takbir Lima kali dan diselangi membaca zikir seperti سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ “Subhanallah, walhamdulillah,wa la ilaha illallah, wallahu akbar” sebanyak empat kali
    2)      Membaca surah al-Fatihah
    3)      Membaca Surah al-Qur’an
    4)      Rukuk
    5)      Iktidal
    6)      Sujud
    7)      Duduk antara dua sujud
    8)      Sujud kali kedua
    9)      Duduk untuk tahiyyat akhir
    10)    Memberi salam ke kanan dan ke kiri
     
    q  Bacaan Khutbah Untuk Solat Istisqa’.
    Khutbah ringkas dilakukan sebelum atau sesudah solat Istisqa’ di atas mimbar yang disediakan. Namun Imam al-Nawawi rahimahullah lebih mengutamakan khutbah dikerjakan setelah solat sebagaimana khutbah untuk solat Hari Raya. Berbeza dengan khutbah ketika solat Hari Raya, khutbah untuk solat Istisqa’ adalah ringkas sahaja. Dalilnya adalah hadis berikut:
     
    عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: شَكَا النَّاسُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُحُوطَ
     
    الْمَطَرِ. فَأَمَرَ بِمِنْبَرٍ فَوُضِعَ لَهُ فِي الْمُصَلَّى وَوَعَدَ النَّاسَ يَوْمًا يَخْرُجُونَ فِيهِ.
     
    قَالَتْ عَائِشَةُ فَخَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ بَدَا حَاجِبُ الشَّمْسِ فَقَعَدَ عَلَى
     
    الْمِنْبَرِ فَكَبَّرَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَحَمِدَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ ثُمَّ قَالَ:
     
      إِنَّكُمْ شَكَوْتُمْ جَدْبَ دِيَارِكُمْ وَاسْتِئْخَارَ الْمَطَرِ عَنْ إِبَّانِ زَمَانِهِ عَنْكُمْ
     
      وَقَدْ أَمَرَكُمْ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ أَنْ تَدْعُوهُ وَوَعَدَكُمْ أَنْ يَسْتَجِيبَ لَكُمْ,
     
    ثُمَّ قَالَ:
     
      الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ مَلِكِ يَوْمِ الدِّينِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ.
     
      اللَّهُمَّ أَنْتَ اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ الْغَنِيُّ وَنَحْنُ الْفُقَرَاءُ. أَنْزِلْ عَلَيْنَا الْغَيْثَ وَاجْعَلْ مَا أَنْزَلْتَ لَنَا قُوَّةً
     
      وَبَلاَغًا إِلَى حِينٍ.
     
    ثُمَّ رَفَعَ يَدَيْهِ فَلَمْ يَزَلْ فِي الرَّفْعِ حَتَّى بَدَا بَيَاضُ إِبِطَيْهِ ثُمَّ حَوَّلَ إِلَى النَّاسِ ظَهْرَهُ وَقَلَبَ أَوْ حَوَّلَ
     
    رِدَاءَهُ وَهُوَ رَافِعٌ يَدَيْهِ ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَى النَّاسِ وَنَزَلَ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ
     
    فَأَنْشَأَ اللَّهُ سَحَابَةً فَرَعَدَتْ وَبَرَقَتْ ثُمَّ أَمْطَرَتْ بِإِذْنِ اللَّهِ …
     
    Maksudnya:
    Daripada ‘Aishah radhiallahu’ anha, dia berkata: Orang-orang mengeluh kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kerana lambatnya hujan. Baginda lalu memerintahkan agar disiapkan sebuah mimbar dan diletakkan di tanah yang lapang (untuk dikerjakan solat secara berjemaah) dan ditetapkan kepada orang-orang itu supaya keluar bersama-sama (untuk mengerjakan solat) pada hari yang ditentukan.
    Menurut ‘Aishah ketika matahari telah naik, baginda pun keluarlah lalu duduk di atas mimbar, bertakbir serta memuji Allah dan bersabda: Kamu semua mengeluh sebab keringnya negerimu, sedang Allah telah menyuruhmu semua agar berdoa serta Dia menjanjikan pasti akan mengabulkan permohonanmu itu.
    Baginda meneruskan: “Alhamdulillaahi rabbil’aalamiin. Arrahmaanirrahiim, Maliki Yaumiddiin” Tiada Tuhan melainkan Allah, Tuhan berbuat sekehendak-Nya. Ya Allah, tiada Tuhan selain Engkau, Engkaulah yang Maha Kaya sedang kami adalah kaum fakir. Turunkanlah hujan kepada kami serta jadikanlah hujan itu menjadi kekuatan serta mencukupi kami sampai habis masanya.
    Selanjutnya baginda mengangkat kedua tangannya dan berdoa sampai kelihatan putih ketiaknya, kemudian membalikkan diri dan menghadap ke arah kiblat, selendangnya dibalikkan letaknya sambil mengangkat kedua tangannya itu, lalu menghadap kepada semua manusia dan turun dari mimbar terus bersolat dua rakaat. Di saat itu Allah Ta’ala menampakkan segumpal awan, terdengarlah suara guruh dan petir dan kemudian turunlah hujan dengan izin Allah Ta’ala… - Hadis riwayat Imam Abu Dawud dalam Sunannya, Kitab al-Sholaah, no: 992.
     
    Menerusi hadis di atas dapat difahami bahawa setelah khutbah maka Imam hendaklah menghadapkan wajahnya ke arah kiblat lalu mengangkat tangannya tinggi-tinggi ke langit lalu berdoa dengan bersungguh-sungguh bersama-sama dengan para makmum. Disunnahkan juga untuk menterbalikkan tapak tangan ketika berdoa di mana bahagian belakang tapak tangan tersebut di hadapkan ke arah langit.
     
    عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَسْقَى فَأَشَارَ بِظَهْرِ كَفَّيْهِ إِلَى السَّمَاءِ.
     
    Maksudnya:
    Daripada Anas bin Malik (radhiallahu’ anh) bahawa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pada suatu ketika memohon hujan sedangkan punggung kedua tapak tangannya itu diangkat ke atas langit. - Hadis riwayat Imam Muslim dalam Shahihnya, Kitab Solat al-Istisqa’, no: 896.
     
    Bagi mereka yang memakai selendang di atas kepala (syal yang dipakai oleh lelaki) maka disunatkan untuk mengalihkan bucu selendang di bahu kanan ke bahu kiri dan yang di bahu kiri ke kanan dengan membuka dan menterbalikkan tudung tersebut lalu memakainya semula. Ada yang berpendapat bahawa tindakan mengalihkan selendang ini sebagai tafa’ul atau mengharapkan adanya perubahan keadaan dari kemarau kepada hujan
     
    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا يَسْتَسْقِي
     
    فَصَلَّى بِنَا رَكْعَتَيْنِ بِلاَ أَذَانٍ وَلاَ إِقَامَةٍ ثُمَّ خَطَبَنَا وَدَعَا اللَّهَ وَحَوَّلَ وَجْهَهُ نَحْوَ الْقِبْلَةِ رَافِعًا يَدَيْهِ.
     
    ثُمَّ قَلَبَ رِدَاءَهُ فَجَعَلَ الأَيْمَنَ عَلَى الأَيْسَرِ وَالأَيْسَرَ عَلَى الأَيْمَنِ.
     
    Maksudnya:
    Abu Hurairah radhiallahu’ anh berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam keluar pada suatu hari untuk mengerjakan solat Istisqa’, lalu bersolat bersama kami dua rakaat tanpa azan atau iqamah, kemudian menyampaikan khutbah serta berdoa kepada Allah, lalu berpaling ke arah kiblat sambil mengangkat kedua tangannya. Selanjutnya dibalikkan selendangnya yang kanan diletakkan di kiri dan yang kiri di kanan. - Hadis Riwayat Imam Ibnu Majah dalam Sunannya, Kitab Iqaamatush Shalaah was Sunnah Fiiha, no: 1258.
      
     
     
     

    Monday, March 2, 2015

    NIKAH "KHITBAH" BOLEH MENCEGAH PENZINAAN WRITTEN BY USTAZ NASRUDIN TANTAWI.


    1. Sedang pelbagai pihak seperti buntu mencari penyelesaian kepada barah sosial yang menjurus kepada pergaulan dan seks bebas [ zina ] serta rogol dan buang bayi berleluasa pada hari ini , Dewan Pemuda PAS menyarankan satu program atau projek besar iaitu " Taysir az Ziwaj " dilaksanakan , khasnya oleh pihak berwajib.
    2. Taysir Az Ziwaj ialah " Permudahkan Proses Perkahwinan " terutama kepada anak - anak muda yang tidak berkemampuan dari segi material untuk mendirikan rumahtangga tetapi dalam masa yang sama mempunyai keinginan yang tinggi untuk hidup berpasangan .
    3. Islam adalah agama yang penuh dengan rahmah dan berkah. Ia diutuskan oleh Allah swt Tuhan yang mencipta manusia bukan untuk menghalang atau menidakkan keperluan manusia seperti keinginan [ nafsu ] syahwah dan sebagainya tetapi Islam datang untuk membetulkan dan memandu manusia agar melunas keinginannya secara yang betul , benar dan baik .
    4. Gejala seks bebas [ zina ] dan rogol adalah angkara nafsu yang tidak terkawal dan ia disalurkan secara tidak betul , tidak benar dan membawa keburukan kepada diri dan orang lain . Sedang Islam menggalakkan perkahwinan [ aqad nikah ] agar hati manusia tenteram dan tenang serta nafsu dapat dikawal . Ini membawa kebaikan kepada semua ummat manusia .ala
    Firman Allah swt yang bermaksud :
    dan kahwinkanlah orang - orang bujang [ lelaki dan perempuan ] dari kalangan kamu dan orang - orang yang soleh dari hamba - hamba kamu , lelaki dan perempuan. Jika mereka miskin , Allah akan memberikan kekayaan kepada mereka dari limpah kurniaNya kerana Allah swt Maha Luas rahmat dan kurniaNya lagi Maha Mengetahui .
    An Nuur : Ayat 32
    5. Perkahwinan yang digalakkan oleh Islam ini sewajarnya dipermudahkan prosesnya agar generasi muda negara tidak liar dan kemaruk nafsu lalu terjebak dalam kancah seks bebas [ zina ]. Memudahkan prosesnya boleh dilakukan oleh pihak berwajib [kerajaan] seperti [ sekadar menyebut beberapa contoh ] :
    * Memberi peruntukan kepada pasangan muda yang ingin berkahwin
    * Memberi insentif sebagai galakan berkahwin
    * Mengurangkan karenah birokrasi yang menyulitkan
    * Kursus dan khidmat bimbingan perkahwinan secara percuma
    * Menganjurkan perkahwinan beramai - ramai yang menjimatkan
    * Mendidik masyarakat dengan budaya sederhana dalam majlis perkahwinan
    * Merendahkan hantaran perkahwinan
    6. Antara kaedah mempermudahkan proses perkahwinan ini ialah Nikah Khitbah atau dalam bahasa mudah disebut oleh masyarakat kita sebagai Nikah Gantung . Nikah Khitbah adalah sama seperti nikah biasa mengikut hukum dan perundangan Islam yang mempunyai 5 rukunnya iaitu :
    * Suami
    * Isteri
    * Wali
    * Saksi
    * Aqad [ Ijab Qabul ]
    cuma bezanya ialah pasangan pengantin [ suami isteri ] tidak tinggal serumah dalam tempoh - tempoh tertentu kerana beberapa keadaan seperti [sekadar menyebut beberapa contoh] :
    * Masih menuntut di kolej atau uniersiti
    * Tidak mempunyai kemampuan menyewa rumah
    * Belum bersedia menanggung komitmen kehidupan berumahtangga
    justeru itu , buat tempoh tertentu pasangan suami isteri yang telah dinikahkan itu tinggal berasingan [ atas persetujuan bersama kedua - dua pihak ] dan barangkali tinggal bersama keluarga masing sehinggalah mereka merasakan segala halangan diatas telah selesai dan mereka benar - benar bersedia mengharungi kehidupan berumahtangga yang besar tanggungjawabnya.
    7. Kelebihan Nikah Gantung ini ialah mereka adalah pasangan suami isteri yang sah mengikut hukum agama dan undang - undang negara . Andai dalam tempoh itu mereka bertemu , keluar makan , dating , study bersama bahkan kalau mereka terlanjur sekalipun mengadakan hubungan seks , maka apa yang mereka lakukan itu tidak salah atau tidak haram .
    8. Andai berlaku kehamilan , maka pasangan itu tidak perlu panik terutama pihak gadis yang hamil kerana ia menghamilkan anaknya yang sah nasab [ keturunan ] . Bahkan nanti mereka tidak perlu malu dan menjauhkan diri dari keluarga kerana keluarga pula akan menyambut kedatangan bayi itu dengan bangga dan bermaruah .
    9. Kes buang bayi yang berleluasa hari ini rata - ratanya adalah ekoran rasa panik dan hilang pertimbangan akibat malu dan hilang maruah dari pasangan terbabit. Malah mereka juga takut untuk kembali kepangkuan keluarga justeru mereka mengetahui bahawa hubungan mereka salah dan mereka hamil hasil hubungan terlarang . Ia memalukan keluarga dan mencemarkan maruah bangsa dan agama . Akhirnya , jalan pintas dan terdesak yang ada pada mereka ialah buang bayi tersebut dengan harapan selesai masaalah dan beban yang mereka hadapi tanpa mereka menyedari bahawa akan mencetus bencana yang lebih parah kepada sosial negara .
    10. Sebenarnya Nikah Khitbah ini pernah dilakukan dalam masyarakat Arab . Menurut amalan tersebut , sewaktu majlis pertunangan , ia dilangsungkan sekali dengan majlis aqad nikah [ halflun nikah ] tetapi mempelai tidak boleh tinggal sekali [serumah] sehingga berlangsungnya pula majlis perkahwinan [haflul Qiran] . Terkadang tempoh itu [ antara pertunangan dan perkahwinan menjangkau tahun lamanya.]
    11. Dalam masyarakat Melayu , amalan ini sebenarnya pernah diamalkan sebelum ini dengan nama Nikah Gantung . Ia pernah di kaji oleh beberapa Anthropologist seperti Paletz , Djamour dan Jones. Mereka mengistilahkan Nikah Gantung sebagai "Suspended Marriage Contract" iaitu satu fenomena sosial yang diamalkan oleh masyarakat Islam di Asia tenggara .
    12. Malah menurut Abdul Jalil Borhan , perkara yang berkaitan dengan Nikah Gantung terdapat dalam seksyen 112 [dalam bahagian 5] enakmen Pentadbiran Agama Islam Johor.
    Perbahasan Hukum
    13. Salah satu dalil yang digunakan oleh sebahagian para alim ulama' ialah Perkahwinan Rasulullah saw dengan Aishah rha. menurut hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim , Rasulullah saw telah mengahwini Aishah ketika berumur 6 tahun dan hanya duduk serumah ketika Aishah berumur 9 tahun . Hadis ini menjadi dalil berlakunya aqad nikah , maka bukan menjadi kewajipan bagi mempelai untuk terus tinggal serumah terutama atas persetujuan kedua pihak untuk beberapa tempoh yang dipersetujui.
    14. Apabila pasangan pengantin [ nikah gantung ] bersetuju untuk tinggal berasingan kerana beberapa perkara yang diambil kira seperti yang saya sebutkan di atas tadi , maka tidaklah berbangkit isu nafkah batin [ jima' \ bersetubuh ] . Apa yang timbul ialah perbahasan dari segi nafkah zahir [ material ] . Berkait perkara ini , kita mempunyai beberapa pandangan :
    a] Mazhab Zahiri seperti yang dinyatakan oleh Ibn Hizam iaitu nafkah ini [ nafkah zahir ] wajib dengan berlakunya aqad , maka selepas sahaja aqad nikah , suami wajib memberi nafkah zahir kepada isterinya .
    b] Pandangan Jumhur ulama' iaitu nafkah zahir itu hanya wajib apabila isteri memenuhi syarat - syarat tertentu seperti isteri menyerahkan diri kepada suami [ berpindah ke tempat suami ] , boleh melakukan istimta' [ mengambil keseronokan] , jima' [ bersetubuh ] , isteri tidak keluar rumah tanpa izin suami dan seumpamanya .
    15. Nikah khitbah dapat disimpulkan bahawa : bebanan nafkah itu tidak diwajibkan ke atas suami sekiranya kehidupan biasa suami isteri belum berlaku . Bagaimanapun sekiranya suami isteri tersebut keluar bersama , maka tiada halangan dari segi hukum syara' kerana mereka adalah suami isteri yang sah. Demikian juga andai berlaku kehamilan maka bayi itu sah dan mereka boleh menjalani kehidupan berkeluarga seperti biasa yang sah. Tidak perlulah mereka melarikan diri , buang bayi dan menggugurkan bayi atau membunuhnya .
    16. Tegasnya saya sebutkan disini , terutama kepada pihak berkuasa agama , ibu bapa dan seluruh anggota masyarakat termasuk anak - anak muda agar mereka kembali kepada cara hidup Islam . Walaupun nikah gantung ini kelihatan seperti baru dalam negara kita bagi sesetengah pihak , tetapi ia lebih baik dari kita membiarkan anak - anak gadis dan teruna kita berpeleseran , bergaul bebas lalu akhirnya mereka terjebak dalam kancah seks bebas dan penzinaan yang memalukan . Bukan sahaja maruah keluarga dan agama tercalar , murka Allah swt itulah yang paling ditakuti.
    Disediakan Oleh
    Ust.Nasruddin Hassan At Tantawi

    Monday, October 20, 2014

    Penjelasan Dr Asri berkenaan Program Menyentuh Anjing Oleh Orang islam

    Posted on Monday, October 20 @ 15:00:00 MYT
    Dilulus untuk paparan oleh KetamBatu


    Komentar

    Oleh DrMAZA.com

    ANJING DAN ISU MASYARAKAT MALAYSIA
    Dalam masyarakat yang rencam agama dan budaya, pelbagai perkara sensitive mudah timbul. Di zaman teknologi maklumat, bermacam sudut pandang akan muncul. Sememang inilah reality masyarakat ‘era baru’ kini yang mempunyai pelbagai dimensi dan perspective baru yang tidak dimiliki oleh generasi yang hidup dalam era yang lepas.


    Ada yang kata anjing binatang yang dimusuhi oleh Islam. Ada yang kata perbuatan memegang anjing diharamkan oleh Islam. Ada pula yang kata apa salahnya kita membela anjing macam orang lain. Macam-macam lagi yang ditimbulkan. Ada yang berdasar fakta, ada berdasar emosi.
    Ramai yang meminta saya mencoretkan sesuatu tentang anjing pada pandangan muslim. Dalam ruang yang terbatas ini, saya ingin sebutkan secara ringkas isu-isu berikut;
    Samakan Dengan Anjing
    Walaupun manusia mempunyai pelbagai latar budaya dan agama, namun secara umumnya kesemua masyarakat menganggap menyamakan mana-mana individu dan pihak dengan anjing merupakan satu penghinaan. Sekalipun masyarakat Barat ramai yang menganggap ‘a dog is a man’s best friend’ namun jika kita berkata ‘you are like a dog’ ia merupakan satu penghinaan. Jika pun ada yang memahami dengan maksud kesetiaan ataupun loyalty namun ia bermaksud kesetiaan yang membuta tuli.
    Al-Quran juga menjadikan anjing sebagai satu perumpamaan yang buruk bagi golongan ulama penjilat dunia yang menjual prinsip kebenaran demi kepentingan diri. Firman Allah: (maksudnya) “Dan bacakanlah kepada mereka (Wahai Muhammad), khabar berita seorang yang Kami beri kepadanya (pengetahuan mengenai) ayat-ayat Kami. Kemudian dia menjadikan dirinya terkeluar dari mematuhinya, lalu dia diikuti oleh syaitan, maka dia dari kalangan yang sesat. Dan kalau Kami kehendaki nescaya Kami angkat kedudukannya dengan (berpegang) ayat-ayat itu, tetapi dia bermati-mati cenderung kepada dunia dan menurut hawa nafsunya; maka bandingannya adalah seperti anjing, jika engkau menghalaunya, ia menghulurkan lidahnya, dan jika Engkau membiarkannya, ia juga menghulurkan lidahnya. Demikianlah bandingan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami. Maka ceritakanlah kisah-kisah itu supaya mereka berfikir (Surah al-’Araf: 175-176).
    Jadi, jika masyarakat muslim sensitive apabila mereka ataupun amalan mereka dibandingkan dengan anjing, maka itu memang sepatutnya. Mereka yang membuat apa-apa provokasi dalam hal yang seperti itu memang membuat onar dan ingin menimbul permusuhan dengan masyarakat muslim tanpa sebab. Perbuatan itu merosakkan keharmonian masyarakat di negara ini.
    Islam Benci Anjing?
    Ada orang bertanya pula, jadi apakah Islam membenci anjing dan melarang muslim berbuat baik kepada binatang berkenaan?
    Dalam al-Quran Allah menceritakan tentang anjing yang mengiring para pemuda al-Kahfi dan turut bersama mereka semasa berjuang menghadapi rejim yang zalim pada zaman mereka. Firman Allah: (maksudnya) “dan engkau sangka mereka sedar, padahal mereka tidur; dan Kami balik-balikkan mereka dalam tidurnya ke sebelah kanan dan ke sebelah kiri; sedangkan anjing mereka menghulurkan dua kaki depannya dekat pintu gua; jika engkau melihat mereka, tentulah engkau akan berpaling melarikan diri dari mereka, dan tentulah engkau akan merasa amat gerun takut kepada mereka.” (Surah al-Kahfi, ayat 18).
    Anjing tersebut menjadi binatang yang bersahabat dengan para pejuang kebenaran. Anjing itu lambang kemuliaan. Sesetengah riwayat yahudi menamakan anjing itu ‘qidmir’.
    Sementara dalam hadis pula, Nabi s.a.w bersabda: “Diampunkan dosa seorang pelacur yang melintasi seekor anjing yang berada di tepi sebuah telaga yang lidahnya terjelir. Hampir kehausan membunuhnya. Maka pelacur itu pun menanggalkan kasutnya, lalu dia ikat kasut itu dengan tudungnya lantas dia menceduk air untuk anjing tersebut. Dia diampunkan disebabkan kejadian itu” (Riwayat al-Bukhari).
    Betapa seorang pelacur yang buruk sekalipun diampuni dosanya oleh Allah kerana dengan ikhlas memberikan minum kepada seekor anjing. Bagaimana mungkin untuk kita menganggap bahawa Islam tidak menilai sebagai satu perbuatan yang baik jika muslim memberi makan dan minum kepada anjing?!! Jika ada orang muslim yang memberi makan kepada anjing patutlah dipuji.
    Bolehkah muslim memiliki anjing?
    Dalam al-Quran, Allah menyebut: (maksudnya) “Mereka bertanya kepadamu (Wahai Muhammad): “Apakah (makanan) yang dihalalkan bagi mereka?” bagi menjawabnya: “Dihalalkan bagi kamu (memakan) yang baik-baik, dan (buruan ang ditangkap oleh) binatang-binatang pemburu yang telah kamu ajar (untuk berburu) mengikut cara pelatih-pelatih binatang pemburu. Kamu mengajar serta melatihnya (adab peraturan berburu) sebagaimana yang telah diajarkan Allah kepada kamu, oleh itu makanlah dari apa yang mereka (binatang-binatang buruan) itu tangkap untuk kamu dan sebutlah nama Allah atasnya (ketika kamu melepaskannya berburu); dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha cepat hitungan hisabNya” (Surah al-Maidah, ayat 4)
    Binatang pemburu yang biasa digunakan ialah anjing. Kitab-kitab tafsir seperti Tafsir Ibn Kathir dan selainnya akan menyebut anjing sebagai pemburu utama. Juga perkataan mukallibin dalam ayat ini boleh bermaksud tuan-tuan empunya anjing seperti yang disenarai oleh al-Imam Ibn al-Jauzi ( meninggal 597H) dalam Zad al-Masir.
    Ertinya, muslim memiliki anjing buruan. Demikian dia boleh memiliki anjing yang menemaninya berjalan atau menjaga keselamatan rumah seperti anjing Ashab al-Kahfi yang disebutkan tadi.
    Bolehkah Muslim Menyentuh Anjing?
    Ada pula yang cuba menyatakan haram memegang anjing kerana najis. Kalau kerana ia najis haram dipegang, maka haram juga seseorang menyentuh najis dirinya, ataupun anaknya ataupun sesiapa di bawah jagaannya ketika membersihkannya. Haramlah juga mereka yang berkerja yang membabitkan bahan-bahan bernajis seperti mencuci tandas ataupun darah ataupun nanah dan lain-lain. Begitu juga dengan doctor veterinar. Maka itu kesimpulan hukum yang cetek. Maka TIDAK HARAM menyentuh anjing.
    Najis boleh disentuh tetapi hendaklah dibasuh apabila kita hendak beribadat ataupun berurusan dengan masyarakat. Menyentuh anjing yang kering sepakat ulama tidak najis. Menyentuh anjing basah khilaf pendapat dalam kalangan sarjana. Mazhab Syafie agak tegas dalam hal ini. Namun, pendapat-pendapat mazhab lain lebih luas dan mudah. Sebahagian fuqaha hanya membataskan najis anjing itu hanya jilatannya kerana itu sahaja yang disebut dalam hadis : “Apabila anjing menjilat bekas seseorang kamu, maka basuhlah sebanyak tujuh kali. Salah satunya dengan tanah” (Riwayat al-Bukhari).
    Mazhab Malik bin Anas pula paling longgar dan luas berhubung dengan anjing.
    Memelihara Anjing Dalam Rumah?
    Adapun memelihara anjing dalam rumah tanpa sebab adalah tidak digalakkan oleh Islam. Nabi s.a.w bersabda: “Sesiapa yang memelihara anjing kecuali anjing buruan ataupun ternakan (menjaga ternakan) maka berkurangan pahalanya setiap hari sebesar qirat (Bukit Uhud)” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)
    Berdasarkan hadis ini, maka sekurang-kurangnya memelihara anjing tanpa sebab yang disebutkan berada pada hukum makruh. Ada ulama yang mengharamkan. Namun hadis di atas tidak menyebut dosa, tetapi pengurang pahala sahaja. Maka, hukum makruh dipilih oleh sebahagian fuqaha. Hikmahnya, mungkin atas beberapa sebab yang berkaitan kerohanian dan kemasyarakat.
    Islam menyuruh kita mengalukan tetamu. Bukan semua orang suka dengan anjing. Baunya dan juga salakannya boleh menakutkan sesetengah orang. Sesiapa yang pernah pergi ke rumah pemelihara anjing, atau menaiki kenderaan yang ada anjing dia akan tahu baunya yang bukan semua orang dapat bertahan. Salakan anjing dan bulu-bulu di sana-sini bagaikan tidak mengalu-alukan tetamu. Sedangkan Islam agama kemasyarakatan dan hubungan baik antara jiran, saudara-mara dan sahabat handai.
    Dari segi keselamatan dan kesihatan juga mempunyai kemerbahayaannya. Gigitan anjing, najis serta jilatannya merbahaya. Banyak research yang telah dibuat tentang hal ini. Apabila Islam cuba mengelakkan bahaya anjing yang dipelihara dalam rumah dengan melarang penganutnya berbuat demikian, bukan itu bererti penindasan terhadap anjing. Betapa banyak binatang yang manusia elakkan dari menghampirinya kerana kemerbahayaannya. Itu semua bukan bererti penindasan atau kekejaman!
    Dalam hadis tadi, Nabi s.a.w: “Apabila anjing menjilat bekas seseorang kamu, maka basuhlah sebanyak tujuh kali. Salah satunya dengan tanah” (Riwayat al-Bukhari).
    Untuk mengelakkan jilatan anjing yang sentiasa menjelir lidah, yang dianggap najis dari segi agama dan juga bahaya dari segi scientific maka Islam melarang untuk kita memelihara anjing di dalam rumah tanpa alasan yang diizinkan.
    Maka ini ringkasan yang sempat saya coretkan petang ini berhubung dengan sisi pandangan nas-nas Islam berkaitan dengan anjing.


    Wednesday, October 15, 2014

    Ibnu Khaldun : Tokoh Sejarawan Ulung

    TOKOH 2 : IBNU KHALDUN ; TOKOH SEJARAWAN ULUNG

    SIFAT PERIBADI

    SIFAT

    KETERANGAN / BUKTI

    1.Tekun berusaha

    menuntut ilmu

     Rajin menuntut pelbagai bidang ilmu daripada ulamak terkenal.

    2.Berjiwa pemimpin

     Sentiasa mengemukakan idea yg baik untuk memajukan rakyat & negara.

    3.Kreatif

     Mampu menghasilkan pelbagai buku ilmiah untuk rujukan para ilmuan.

    4.Bijak

     Pelopor kepada pemikiran moden dalam pelbagai bidang

     Menyediakan garis panduan dlm membuat analisis ttg sejarah.

    PENDIDIKAN TOKOH

    PERKARA

    KETERANGAN

    Sejarah pendidikan

     Mendapat pendidikan awal drpd bapanya Abdul Rahman b Muhammad (mempelajari asas agama & bahasa Arab)

     Meneruskan pengajian dlm bidang ilmu mantik, falsafah, sains & teknologi drpd Muhammad b Ibrahim Al-Abili.

     Mendapat ilmu drpd beberapa orang guru yg terkenal.

    Bidang Ilmu yang dipelajari

     ilmu mantik, falsafah, sains & teknologi

    Nama guru beliau

     Ahmad b Al-Qassar

     Lisanuddin b Al-Khatib

     Universiti Ibnu Khaldun ditubuhkan di Jakarta bagi mengenang jasa beliau

    BIODATA

    Nama sebenar :

    Abdul Rahman B Muhammad B Muhammad

    Gelaran : Ibnu Khaldun

    Tarikh lahir : 732H (1332M)

    Tempat lahir : Tunisia

    Keturunan : Arab Yaman

    Jawatan :1. Pegawai Jabatan Setiausaha Negara

    :2. Anggota Majlis Ilmiah

    :3. Perdana Menteri

    :4. Ketua Hakim Negara di Mesir

    Tarikh &Tempat meninggal dunia :

    808H (1406M) Kaherah

    HASIL KARYA IBNU KHALDUN :

    1. Al-Muqaddimah

    2. Takrif Ibnu Khaldun

    KEISTIMEWAAN HASIL KARYANYA :

    1. Karyanya adalah hasil kombinasi pengalaman, ilmu pengetahuan & kreativiti beliau.

    2. Hasil karya beliau adalah hasil drpd pemurnian ilmu sejarah dgn menjadikan rasional sebagai kayu ukur fakta sejarah.

    SUMBANGAN :

    1. Berjaya menganalisis sejarah dari aspek kemasyarakatan, ekonomi, politik & pendidikan dalam karyanya.

    2. Berpendapat bahawa sesebuah tamadun tertegak hasil gabungan aspek rohani & jasmani.

    3. Beliau dianggap sebagai pelopor pemikiran moden dlm bidang sejarah, politik, sosiologi & pendidikan.

    4. Hasil karyanya dijadikan bahan rujukan di institusi pengajian tinggi.

    KEISTIMEWAAN :

     Tokoh sejarah yang unggul krn mampu mengkaji sejarah sesebuah negara berdasarkan semua aspek spt psikologi, ekonomi, sosiologi, alam sekitar serta geografi negara tersebut.

    IBNU KHALDUN- TOKOH PENGUBAH DUNIA

    MIlandows

    assalamualaikum.. segala post adalah bersumberkan kepada internet, carian-carian lain dan juga karangan saya sendiri.. harap segala posting ini dapat membantu anda semua...

    Friday, 22 July 2011IBNU KHALDUN





    IBNU KHALDUN : TOKOH PENGUBAH DUNIA





    Oleh: Mohammad Syah Milandow





    BIODATA IBNU KHALDUN





    Ibnu Khaldun dilahirkan di Tunis, Tunisia pada 1 Ramadhan 732 Hijrah bersamaan dengan 27 Mei 1332 Masihi. Nama sebenar Ibnu Khaldun ialah Abd Al-Rahman Ibn Muhammad Ibn Khaldun Al-Hadrami. Selain dikenali dengan Ibnu khaldun beliau juga dikenali dengan Abu Zaid. Nama Abu Zaid diambil sempena nama putera sulungnya iaitu Zaid. Beliau juga digelar waliudin. Sultan Zahir Burquq pemerintah Mesir telah menanugerahkan gelaran Waliuddin kepada Ibnu Khaldun yang ketika itu menjadi hakim (kadi) di Mesir. Namun beliau lebih mahsyur dengan nama Ibnu khaldun. Nama Ibnu khaldun ini diambil sempena nama datuknya, Khalid bin Usman. Khalid bin Usman merupakan antara golongan pertama yang memasuki Andalusia(Sepanyol) bersama-sama golongan penakluk. Amalan kebiasaan orang-orang Andalusia dan Magribi ialah menambah huruf waw dan nun dibelakang nama orang ternama sebagai tanda penghormatan. Contohnya, Khalid menjadi Khaldun. Keturunan Khalid bin Usman dikenali dengan nama Bani Kahldun dan individu-individu terkemuka yang lahir dari keluarga ini juga akan dikenali sebagai Ibnu Khaldun.





    Ibnu Hazm didalam kitabnya Jumhuratu al-Ansabi al-`Arab mencatatkan bahawa keluarga Ibnu Khaldun berasal dari wilayah Hadramaut, Yaman. Nasab keturunan nenek moyang Ibnu Khaldun berasal daripada Wali bin Hujr, seorang sahabat nabi yang diutuskan bersama-sama Muawiyah bin Abi Sufiyan ke Yaman untuk mengajarkan Al-Quran. Kehidupan Bani Khaldun berpindah randah dan tidak menetap disesuatu kawasan selamanya. Nenek moyang Ibnu Khaldun pernah menetap di Hadaralmaut Yaman, Seville Sepanyol dan Tunis, Tunisa. Ibnu Khladun lahir dalam keluarga yang terkenal. Kedua-dua datuk ayah dan ibunya merupakan aktivis politik di Sevillie. Moyangnya, Abu Bakar bin Muhammad pernah menjawat menteri dalam negeri Tunisa dan seterusnya menjadi gabernor di Tunisia. Manakala datuknya Muhammad bin Abu Bakar pula merupakan menteri yang bertanggungjawab dalam megurusi Hijabah. Selain itu, Yahya Ibn Khaldun abang kepada Ibnu Khaldun merupakan seorang ilmuan yang telah menulis sejarah Dinasti Abdalwadid. Ibnu Khaldun telah menjawat banayk jawatan-jawatan penting dalam hidupnya. Beliau telah dilanting menjawat beberapa jawatan penting di Tunisia, Moroko, Bougie, Algeria dan juga Mesir. Ibnu Khladun wafat di kaherah Mesir pada 25 Ramdhan 808 Hijrah bersamaan dengan 19 Mac 1406 Masihi. Umurnya selama 76 tahun telah digunakan dengan sebaik-sebaiknya.





    PENDIDIKAN IBNU KHALDUN





    Sewaktu Ibnu Khaldun membesar, Tunisa merupakan tempat para ulamak dan ilmuan Andalusia berkumpul. Hal ini demikaian kerana, kekacauan dan pergolakan politik telah berlaku pada zaman itu sehingga mendesak para ilmuan untuk berhijrah meninggalkan Andalusia dan kebanyakan dari mereka telah berhijah ke Tunisa. Melihat kepada kelebihan ini, bapa Ibnu Khaldun telah menggalakkan anak-anaknya untuk menuntut ilmu sebanyak mungkin dengan ilmuan dan ulama-ulama besar yang berada di Tunisa. Tambahan pula, keluarga Ibnu Khaldun sememangnya dikenali dengan kehebatan mereka dalam bidang keilmuan. bapa Ibnu Kaldun sendiri merupakan seorang ahli ilmu dan sastera. Beliau telah menjadi guru Bahasa Arab kepada Ibnu Khaldun. Beliau sanggat menekankan soal pendidikan terhadap anak-anaknya. Beliau sentiasa menggalakan anak-anaknya untuk menuntut ilmu dengan tokoh-tokoh ilmuan yang berada di Tunisa ketika itu.





    Ibnu Khaldun telah membesar dalam keadaan yang sanggat cintakan ilmu. Beliau telah mempelajari Al-Quran semasa masih kecil dan menghafalnya ketika usia kanak-kanak lagi. Beliau telah menuntut berbagai ilmu agama seperti fiqah, tafsir, hadis, dan ilmu-ilmu berbentuk akli seperti ilmu logik, falsafah dan matematik daripada beberapa ulama yang terkenal. Antaranya ialah, Muhammad bin Sa’ad bin Burral al-Anshari, Muhammad bin Bahr, Muhammad bin al-Arabi al-Hushari, Muhammad bin Sulaiman As-syaththi. Selain itu, beliau telah mempelajari ilmu fiqih Maliki daripada ulama terkenal, Abu Abdilah Muhammad bin Abdillah al-Jayyani al-Faqih Al-Maliki. Terdapat dua ulama besar yang telah banyak mempengaruhi pemikiran Ibnu Khaldun pertamanya ialah Muhammad bin Abdil Muhaimin Bin Abdi l-Muhaimin al- Hadlrami. Ibnu khaldun telah mempelajari hadis, biografi, dan ilmu-ilmu bahasa daripadanya. Keduanya ialah, Abu Abdillah Muhammad Bin Ibrahim Al-Abilli yang merupakan pakar dalam ilmu logik, matematik, metafizik, fizik, falak dan muzik. Semasa Ibnu Khaldun di Fez, belaiu telah mendapat pendidikan tinggi daripada beberapa orang guru seperti Ahmad bin Al-Qassar dan Lisanuddin bin Al-Khatib iaitu pengarang kitab Tarikh Gharnatah (Sejarah Granada). Antara kitab-kitab yang pernah dipelajari oleh Ibnu Khaldun ialah Al-lamiyah Fi l-Qiraat dan Ar-Ra’iyah Fi Rasmil-Mushaf, kedua-duanya merupakan karya Asy-Syathibi. At-Tashil Fi ‘Ilmi l-Nahwi karangan Abdul Faraj Al-Asfahani, sebahagian besar kitab-kitab hadis terutamanya Sahih Muslim dan kitab Muwatta' karya Imam Malik.





    PERIBADI IBNU KHALDUN





    Ibnu khaldun merupakan seorang yang sangat berani. Beliau hidup didalam zaman yang sering berlaku pergolakan, pembunuhan pemimpin, penggulingan sultan, fitnah terhadap pemimpin dan ancaman dipenjarakan. Namun, Ibnu Khladun tidak sekali-kali takut dengan keadaan politik yang tidak stabil ini. Malah belaiu sendiri telah menjadi ahli politik pada zaman yang penuh dengan pergolakan. Ibnu khaldun sendiri pernah dipenjarakan selama dua tahun oleh Sultan Abu Anan. Berdasarkan pengalaman, pengamatan dan penghayatan beliau dalam dunia politik, beliau mampu menghasilkan tulisan-tulisan yang sangat bermanfaat untuk generasinya dan generasi masa hadapan.





    Ibnu Khaldun adalah seorang yang tekun dalam menuntut ilmu. Walaupun beliau sibuk dengan tugas pentadbiran, namun tugas-tugas rasmi beliau tidak pernah menghalang belliau daripada menuntut ilmu. Semasa Ibnu Khaldun di Kota Fez, beliau telah dilantik oleh Sultan Abu Anan untuk menjawat jawatan setiausaha dan beberapa jawatan penting yang lain. Disebalik kesibukan hariannya, Ibnu Khladun sempat untuk berguru dengan ulama-ulama dan saterawan yang telah berhijrah dari Tunisa ke Fez akibat serangan wabak taun yang serius di Tunisia. Semasa di Fez ibnu khaldun telah berguru dengan Lisanuddin bin Al-khatib, pengarang kitab Tarikh Gharnatah (Sejarah Granada). Tambahan pula pada ketika itu, perpustakaan di Fez dikatakan perpustakaan Islam terlengkap pada masa itu. Keadaan di kota ini sangat membantu Ibnu Khaldun dalam menimba ilmu pengatahuan.





    Ibnu Khaldun merupakan seorang ahli pemikir yang melangkaui zaman. Beliau telah menghasilkan kitab agungnya iaitu Al-Ibar yang berkisar mengenai ilmu sosiologi. Kaedah-keadah pengkajiannya terhadap sejarah berbeza dengan keadah sedia ada kerana ahli sejrah sedia ada hanya mencatat sejarah sebagai fakta. Contohnya ahli sejrah sedia ada mencatatkan nama peristiwa dan tahun berlaku peristiwa tersebut. Namun berlainan dengan Ibnu Khladun, beliau bukan sekadar mencatatkan peristiwa malah beliau membincangkan sebab-sebab berlakunya peristiwa tersebut. tulisan-tulisan kreatif Ibnu Khldun ini berdasarkan pengalaman dan pemikiran kreatifnya sehingga Berjaya menjadikan sejarah sebagai satu bidang ilmu yang unggul. Ini terbukti apabila buku-bukunya telah dikaji oleh masyarakat dunia.





    Selain itu, Ibnu Khaldun mempunyai sifat kepimpinan yang tinggi dalam dirinya. Beliau telah mewarisi sifat ini daripada nenek moyangnya. Beliau telah menjawat banyak jawatan penting sepanjang usianya antaranya ialah setiausaha negara di istana Sultan Abu Ishaq Bin Abi Yahya dan Sultan Abu Annan, anggota Majlis Ilmiah. anggota Jabatan Setiausaha Sulit Sultan Abu Salim bin Abi Al-Hasan di Fez, duta Granada, Perdana Menteri (Hajib) Bougie dan Ketua Hakim (Qadhi Al-Dudhah) di Mesir. Ibnu Khldun menjawat jawatan penting dipelbagai negeri dan pelbagai kerajaan pemerintah. Hal ini disebabkan kerana kecekapannya dalam mentadbir serta keupayaannya untuk mengemukakan idea-idea bagi memajukan negara. Tambahan pula, Ibnu Khaldun mempunyai hubungan baik dengan pemimpin negeri-negeri tersebut sehingga beliau ditawarkan beberapa jawatan penting oleh kerajaan.





    Ibnu Khaldun merupakan seorang yang pandai mengambil hati orang lain. Ketika Ibnu Khaldun menjadi setiausaha kepada Sultan Annan di Talmasan, belaiu cuba merancang untuk membebaskan pemimpin Bijaiyah yang telah dipenjarakan selepas kerajaanya digulingkan. Namun nasib tidak menyebelahi Ibnu Khladun. Sultan mengetahu perancangannya itu dan telah murka kepada Ibnu Khaldun. Beliau telah dipenjarakan oleh sultan selama dua tahun. Selama didalam penjara, beliau sentiasa berusaha untuk menghubungi sultan bagi meminta keampunan dari baginda sultan. Ketika inilah Ibnu Khaldun telah mengarang bait-bait syair yang telah menyentuh perasaan Sultan Annan sehingga baginda menjanjikan pembebasanya. Peristiwa ini menunjukkan Ibnu Khaldun sanggat pandai menggunakan syair untuk menarik belas kasihan sultan. Tambahan pula, masyarakat sememangnya terkenal dengan kebolehan bait-bait syair yang menyentuh hati.





    Keperibadian lain Ibnu Khladun ialah beliau merupakan seorang yang pentingkan pengajian Al-Quran. Sebagai seorang yang hafiz al-quran, beliau begitu menyanjung tinggi akan kehebatan Al-Quran. Beliau telah mengatakan “Ketahuilah bahwa pendidikan Al-Quran termasuk syiar agama yang diterima oleh umat Islam di seluruh dunia Islam dapat meresap ke dalam hati dan memperkuat iman. dan pengajaran al-quran pun patut diutamakan sebelum mengembangkan ilmu-ilmu yang lain.”





    Sepanjang hidup Ibnu khaldun, beliau sentiasa difitnah oleh musuh politiknya dan dikianati oleh pemerintah yang zalim. Namun, beliau sentiasa bersabar dan bijak mengatur stategi untuk menyelamatkan dirinya daripada dipenjarakan dan dihukum bunuh. Sebagai contoh, ketika di Mesir Ibnu Khaldun telah diberi kepercayaan untuk mengetuai badan kehakiman oleh Sultan Zahir Barqa. Ibnu Khaldun cuba membawa reformasi terhadap badan kehakiman yang ketika itu sedang berhadapan dengan masalah amalan rasuah. Ibnu Khaldu telah membawa perubahan dalam bidang kehakiman ini dengan melakukan pembaharuan dalam undang-undang. Segala usaha murni Ibnu Khladun ini telah dicemari dengan fitnah oleh musuh-musuh politiknya sehinggakan sultan melucutkan jawatan ketua hakim daripada ibnu khaldun. Kemudian beliau telah mengasingkan diri dengan mengerjakan haji dan melawat masjid Al-Aqsar. Kemudian beliau pulang semula ke Mesir. Sultan ketika itu telah menyedari bahawa Ibnu Khaldun berada pada pihak yang benar dan telah menjadi mangsa fitnah. Baginda dengan berbesar hati telah memberikan semula jawatan ketua hakim kepada Ibnu Khaldun.





    KARYA IBNU KHALDUN





    Ibnu khaldun telah menghasilkan beberapa karya yang sangat bermutu dan diterima pakai sehingga hari ini. Karya-karya Ibnu khaldun telah dikaji dan diterjemah dalam pelbagai lidah bahasa.





    Kitab “Al-Ibar Wa Diwan Al-Mubtada Wal Khabar Fi Ayyamil Arab Wal Ajam Wal Barbar Wa Man Asarahum Min Zawi Al-Sultan Al-Akbar”





    Kitab ini terdiri dari muqaddimah dan tiga bab yang dibincangkan dalam tujuh jilid. Mukadimah dan bab satu kepada kitab ini dimuatkan didalam satu jilid yang dikenali sebagai “Muqaddimah Ibnu Khaldun”. Kitab ini dikarang oleh Ibnu Khaldun sekitar tahun 779 hijrah/ 1377 masihi semasa beliau tinggal di benteng Ibnu Salamah di Aljazair, Algeria. Ibnu khaldun mengambil masa selama lima bulan untuk menyiapkan kitab Muqaddimah. Kitab ini dikarang berdasarkan catatan-catatan Ibnu Khladun dan rujukan-rujukan di benteng Ibnu Salamah.





    Melalui kitab ini, Ibnu Khaldun telah menanalisis mengenai gejala-gejala sosial yang berlaku. Kitab ini mengandungi pendahuluan dan enam bab yang membincangkan mengenai pelbagai aspek.





    Pendahuluan kepada buku ini terkandung di dalam tujuh muka surat yang membicarakan mengenai kajian-kajian yang dilakukan oleh ilmuan-ilmuan sebelumnya. Ibnu Khaldun telah mencatat kelemahan-kelemahan yang terdapat dalam kajian ilmuan terdahulu. Antaranya ialah beliiau menyatakan sejarawan-sejarawan telah menghasilkan karya-karya yang tidak asli yaitu dengan menciplak karya-karya sebelumya. Tambahan pula, mereka tidak cuba untuk menambahkan ilmu pengatahun.Sejarawan sesudah meraka itu adalah muqallid (pengikut tradisi) dan tidak mengenali sesuatu yang asli serta tumpul akal dan mereka tidak berusaha untuk mengatasi ketumpulan itu (Khaldun, 1379). Didalam pendahuluan kitab ini, pembaca akan dapat memahami sebab mengapa Ibnu Khaldun telah mengarang kitab ini. Ibnu Khaldun mengarang kitab ini hasil kesedaranya terhadap kaedah penulisan sejarah pada masa itu yang banyak mempunyai kelemahan. Melalu kitabnya ini, beliau cuba untuk menyingkap keadaan yang berlaku di pelbagai generasi. Beliau cuba untuk mengubah cara penilaian ahli sejarah terhadap sesuatu peristiwa yang berlaku melalui kitab-kitab yang dikarangnya ini. Diakhir bahagian ini, Ibnu Khaldun telah merakamkan ucapan terima kasih beliau kepada Sultan Moroko Barat,Sultan Abdul Aziz bin Hassan Al-Mazini. Satu naskah buku ini telah diberikan kepada Sultan Tunisia, Abu Abbas.





    Pada Bab Kedua dan Ketiga, buku ini pula ia membincangkan sebab-sebab yang membezakan karekter antara masyarakat primitif dengan masyarakat modern. Selain membincangkan bagaimana sistem pemerintahan dan urusan politik dalam masyarakat terutamanya masyarakat arab Badwi. Manakala bab empat pula berkisar perkembangan kota-kota dan perbezaanya dengan kota yang lain. Antara lainnya beliau mengaitkan perkembangan kota dan petempatan manusia dengan pengaruh geografi. Seterusnya bab lima memaparkan pandangan-pandanganya terhadap ekonomi individu, ekonomi masyarakat dan ekonomi negara. Akhir sekali bab enam menghuraikan pedagogi ilmu dan cara mempelajarinya.





    Seterusnya bahagian kedua kitab Al-Ibar ditulis dalam empat jilid membahaskan mengenai sejarah kehidupan bangsa arab. Ibnu Khaldun telah membahaskan mengenai sejarah keturunan arab sejak mereka diciptakan sehingga zaman kehidupan Ibnu Khaldun. Selain itu, Ibnu Khladun turut membicarakan mengenai sejarah perkembangan Islam dan sejarah perkembangan masyarakat timur. Selain itu, bahagian kedua kitab ini juga membahaskan mengenai sejarah perkembangan masyarakat dan negara sezamannya. Antaranya ialah kaum Suryani, Parsi, Bani Israel, Qibti, Yunani, Romawi, Turki dan kaum Eropah.





    Manakala bahagian terakhir kitab ini membicarakan mengenai, sejarah kehidupan kaum Barbar dan sejarah kehidupan masyarakat pesisir barat. Ibnu Khaldun telah menerangkan perihal raja-raja yang mempunyai rumah-rumah di pesisir barat. Kitab ini diakhiri dengan jilid tujuh yang membicarakan mengenai bibilorafi Ibnu Khaldun. Jilid tujuh delengkapi dengan catatan sejarah kehidupan Ibnu Khladun yang berjudul “Ta’rif Ibnu Khladun Mu’alliful Kitaab, wa Rihatuhu Gharban wa Syarqan” yang bermaksud Bibiliografi Ibnu Khaldun Sang Penulis Buku, Serta Riwayat Perjalannya ke Daerah Timur dan Barat.





    Karya-karya lain yang bernilai sangat tinggi diantaranya, “Lubab al-Muhassal fi Ushul ad-Diin” yang merupakan sebuah kitab tentang permasalahan dan pendapat-pendapat teologi. Ia adalah ringkasan dari kitab “Muhassal Afkaar al-Mutaqaddimiin wa al-Muta’akh-khiriin” karya Imam Fakhruddin ar-Razi. Selain itu, Ibnu Khladun juga telah mengarang sebuah buku Matematik. Bagaimanapun,buku matematik ini sudah tidak wujud lagi.





    Pengaruh pemikiran Ibnu Khladun dalam bidang sejarah, falsafah sejarah,sosiologi, sains politik dan pendidikan amat besar sehinggakan buku-bukunya telah diterjemah dalam banyak bahasa timur dan barat antaranya ialah Bahasa Inggeris, Bahasa Urdu, Bahasa Jerman, Bahasa Turki dan juga Bahasa Melayu. Kitab muqddimah dikenali dalam bahasa inggeris dengan nama “Prolegomenon” dan juga “An Arab Philosophy of History”. Kitab –kitab yang telah diterjemah kedalam bahasa lain sentiasa dikaji dan diperbaharui





    SUMBANGAN IBNU KHALDUN





    Ibnu Khaldun : Pengasas Ilmu Sosiologi





    Dunia telah mengiktiraf Ibnu Khladun sebgai bapa sosiologi kerana dia telah melakukan revolusi terhadap pengkajian sejrah yang sedia ada. Dalam kajian sejarah beliau, beliau telah memperluaskan bidang pengkajian sejarah dengan menfokuskan sesuatu peristiwa sejarah kepada dua ketogori asas. Ketogori pertama ialah akal. Manakala ketogori kedua pula ialah undang-undang sosial dan fizikal keadaan setempat. Selain itu, dalam kajian sejarah beliau, Ibnu Khaldun telah menekankan kepada empat pekara dalam menanalisis sesuatu peristiwa sejarah. Pertama sekali beliau mengaitkan peristiwa-peristiwa antara satu sama lain melalui sebab dan akibat. Keduanya ialah beliau membuat analogi antara masa lalu dan masa sekarang. Seterusnya Ibnu Khaldun mengambil kira kesan terhadap persekitaran. Perkara kempat pula ialah beliau mengambil kira kesan keadaan yang diwarisi dan ekonomi.





    Seluruh dunia berterima kasih kepada Ibnu Khladun kerana jasa beliau dalam memperkenalkan skop kajian baru dalam sejarah. Beliau merupakan orang yang pertama menganalisis sesuatu peristiwa dengan menekankan sebab dan akibat sesuatu peristiwa berlaku Beliau merupakan insan yang pertama yang mengkaji sejarah dari skop sebab dan akibat. Ibnu Khaldun juga mengaitkan perubahan sistem sosial antara masyarakat dengan faktor persekitaran seperti iklim, tanah, makanan, sumber galian, kemampuan berfikir, jiwa dan emosi mereka. Ahli-ahli sosiologi dunia kini menggunakan kaedah yang ditinggalkan oleh Ibnu Kaldun dalam mengkaji sesuatu peristiwa sejarah. Hal ini demikian kerana, kaedah yang dibawa Ibnu Khaldn ini lebih teliti dan tepat berbanding dengan keadah lama yang hanya merekod sejarah tanpa memahami sebab-sebab sebenar yang menyebabkan sesuatu peristiwa berlaku.





    Selain itu, Ibnu Khaldun telah meninggalkan teori yang amat berguna dalm mengkaji sesebuah usia kerajaan. Beliau membuat teori bahawa purata usia sesebuah negara bertahan dalam tiga generasi dan usia satu generasi bertahan selama 40 tahun. Ini bermakna purata usia sebuah negara 120 tahun. Usia tiga generasi pula, dibahagikan kepada empat tahap. Pertamnya ialah primitive, keduanya ialah pemilikan, ketiga beradab dan kemakmura. Tahap keempat pula ialah kelemahan dan kerosakan. Teori ini telah digunakan oleh ahli-ahli sejarawan dunia untuk menilai jatuh bangunya sesebuah kerajaan,





    Selain itu, ideanya yang menarik dalam kitab Al-Muqaddimah mendorong para pengkaji dan pemikir untuk mengiktiraf beliau sebagai tokoh sarjana dan sejarawan yang mengatasi sejarawan

    sebelumnya seperti Al-Tabari dan Al-Mas’udi. Manakala, Dr. Bryan S. Turner, pakar sosiologi di Universiti of Aberdeen, Scotland dalam artikelnya “The Islamic Review & Arabic Affairs” telah mengulas tentang karya-karya Ibnu Khaldun. Beliau menyatakan, “Tulisan-tulisan sosial dan sejarah dari Ibn Khaldun hanya satu-satunya dari tradisi intelektual yang diterima dan diakui di dunia Barat, terutama ahli-ahli sosiologi dalam bahasa Inggeris. Salah satu tulisan yang sangat menonjol dan popular adalah Muqaddimah (pendahuluan) yang merupakan buku terpenting tentang ilmu sosial dan masih terus dikaji hingga saat ini”. Beliau juga mengangap Ibnu Khladun sebagai orang yang pertama yang mencuba menerangkan dengan lengkap evolusi dan kemajuan sesuatu masyarakat melalui sebab dan akibat sesuatu peristiwa berlaku dan juga pengaruh persekitaran. Selain itu, Jamil Ahmad seorang ilmuan Pakistan melalui bukunya “Seratus Muslimin Terkemuka” menyatakan “cendikiwan-cendikawan barat terhutang budi pada rakyat Tunisia yang cendikiwan ini kerana bimbingannya dalam bidang sosiologi.





    Sumbangan Dalam Ekonomi





    Ibnu Khaldun merupakan seorang tokoh ekonomi Islam yang unggul mendahului tokoh-tokoh ekonomi barat seperti Adam Smith (1723-1790) dan David Ricardo (1772-1823). Beliau telah membahagikan sector ekonomi kepada tiga bahagian iaitu, sektor pengeluran, pertukaran dan khidmat awam. Dalam tulisanya beliau amat menitik beratkan soal ekonomi. Ini adalah kerana, menurut pandangan Ibnu Khladun, ekonomi yang baik dan makmur dapat memberi memberi kesenangan hidup kepada rakyat disamping dasar-dasar pemerintah yang baik. Keadaan ini akan melahirkan para perniaga yang baik dan berjaya. Beliau juga memberi panduan dalam bidang pencukaian. Pendapat-pendapat beliau dalam bidang percukaian telah mempengaruhi presiden Amerika Syarikat, Presiden Reagan untuk menggunakan pandangan percukaian Ibnu Khladundidalam pemerintahnya. Presiden Reagan dengan terang-terangan telah memuji pandangan Ibnu Khladun dalam bidang percukaian. Selain itu, Ibn Khaldun sempat memajukan beberapa perkara penting dalam bidang ekonomi dan teori kewangan. Beliau telah membuktikan bahawa dalam beberapa keadaan masyarakat, pendapatan kerajaan yang lumayan tidak akan menjejaskan ekonomi secara menyeluruh sedangkan dalam keadaan yang lain pula, sebuah kerajaan yang kurang makmur mengalami kemerosotan ekonomi disebabkan perbelanjaan kerajaan.



    Sumbangan Dalam Penulisan





    Ibnu Khaldun telah membawa satu penulisan yang baru dan diikuti oleh penulis-penulis buku kini. Itu penulisan autografi pengarang pada akhir buku. Ibnu Khladun melalui kitab agung nya Al-Ibar telah menuliskan autografi dirinya pada jilid tujuh, jilid terakhir daripada kitabnya itu. Beliau telah menceritakan sejarah hidupnya secara terperinci dan setiap peristiwa dalam hidupnya dicatat oleh Ibnu Khaldun. Antara yang ditulis oleh Ibnu Khladun ialah sejarah pendidikannya, jawatan-jawatannya dan peristiwa-peristiwa penting dalam hidupnya. Penulis-penulis buku telah meniru cara Ibnu Khladun ini. Cuba kita lihat pada buku-buku di pasaran. Di bahagian luar buku-buku pasti aka nada autografi si pengarang buku itu. Inilah antara perubahan yang dibawa oleh ibnu kahldun, si pemikir agung.





    Bibliografi



    Ahmad, J. (1988). Seratus Muslim Terkemuka. Kuala Lumpur: Syarikat S Abdul Majid.

    Ali Abdul Wahid Wafi. (1985). Ibnu Khaldun : Riwayat dan Karyanya. Jakarta: Penerbit PT Grafitipers.

    Azhar Hj. Mad Aros. (2004). Tamadun Islam dan Tamadun Asia (TITAS) Kertas 1 dan 2. Shah Alam, Selangor: Oxford Fajar Sdn. Bhd.

    Choong Lean Keow. (2008). Falsafah dan Pendidikan di Malaysia Untuk Program Ijazah Sarjana Muda Perguruan. Shah Alam, Selangor: Kumpulan Budiman Sdn. Bhd.

    Fakhry, M. (1970). A History Of Islamic Philisophy. London: Longman Group.

    H. Rus'an. (1985). Ibnu Khaldun Tentang Sosial dan Ekonomi : Beberapa Teori.Singapura: Kerjaya Printing Industries Pte. Ltd.Haddad, K. (2010). 12 Tokoh Pengubah Dunia. Kuala Lumpur: Must Read Sdn Bhd.

    Halawah. (2010, May 14). Halaqah. Didapatkan Februari 19, 2011, daripada Ulama dan Tokoh: http://halaqah.net/v10/index.php?topic=6328.0Hapiz, A. H. (2007, Febuari). Ibnu Khaldun:Bagaiman Umurnya Dimanfaatkan. Majalah MAIS, pp. 21-23.

    Ismail Yaakub. (1983). Muqaddimah Ibnu Khaldun : Suatu Pendahuluan. Singapura: Pustaka Nasional Pte. Ltd.

    Jamaludin, N. (2007, Julai). Ibn Khaldun Dan Muqaddimahnya. Al-Islam, pp. 54-55.

    Khalid Haddad. (2010). 12 Tokoh Pengubah Dunia. Batu Caves, Kuala Lumpur: Percetakan Zafar Sdn. Bhd.

    Mahadi Shuid, Rumaizudin Ghazali, Haslina Mansor. (2006). Teks Pra-U STPM : Tamadun Islam. Petaling Jaya, Selangor: Pearson Malaysia Sdn. Bhd.Syed Othman Al-Habshi, N. M. (1995). Islamic Civilization:Present and Future Challanges. Kuala Lumpur: IKIM.

























    Posted by milandow at 19:14

    Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to FacebookShare to PinterestNo comments:



    Post a Comment





    Newer Post Older Post Home Subscribe to: Post Comments (Atom) DeMi MaSa

    LeTs Share

    Followers

    Blog Archive

    ▼ 2011 (12)

    ► September (1)

    ► August (1)

    ▼ July (3)

    IKLIM-IKLIM SEKOLAH YANG DAPAT MENYUMBANG KE ARAH ...

    IBNU KHALDUN

    Plus Minus Interesting (PMI) Implikasi Teori Behav...

    ► June (2)

    ► May (5)

    About Me



    milandow View my complete profile



    Picture Window template. Powered by Blogger.